Mohon tunggu...
I Dewa Nyoman Sarjana
I Dewa Nyoman Sarjana Mohon Tunggu... Guru - profesi guru dan juga penulis.
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

hobi membaca dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Di Bawah Bayang Rembulan

14 Maret 2024   14:45 Diperbarui: 14 Maret 2024   15:04 168
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Lusa, karena libur tahun baru sudah habis. Saya harus kerja".

"Oh, ya. Selamat. Mudahan bisa bertemu dilain waktu". Lelaki itu kemudian mengambil helm dan jaket.

"Dik, ni jaket dan helm. Kakak duluan ya. Nanti pulangnya sama kak Raka. Kan dekat".

"Iya kak, makasi. Hati-hati di jalan".

Tinggalah Raka dan Tantri berdua. Kebisuan mereka berdua masih mewarnai malam ini.

"Apa Beli masih tidak percaya". Tantri berusaha memecah kesunyian. Tiupan angina dingin semakin terasa.

"Mestinya kamu tidak cerita satu kali saja".

"Beli, coba buka hp Beli. Berapa kali Tantri nelpon Beli? Berapa kali aku chat Beli?. Apakah Beli pernah menjawab? Jangan salahkan aku saja".

Air mata Tantri menetes membasahi pipinya. Dia berusaha menyembunyikan tangisnya agar tidak meledak sebagai tanda luka yang menyayat. Tampak Raka salah tingkah. Pastinya ada perasaan malu dan bersalah karena dia tidak menghargai perempuan yang sangat mencintainya.

"Kalau Beli masih tidak terima, dengan cara apa lagi Tantri membuktikan kesetiaan. Mungkin ini sudah jalan hidup Tantri".

Raka terenyuh mendengar ucapan Tantri. Ia menyesal dan merasa bersalah. Tapi ia serba salah harus berbuat apa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun