Di Pariaman, yang PWI-nya masih satu di dua daerah, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman itu wartawannya sudah banyak yang kompeten. Malah yang berstatus Wartawan Utama lumayan banyak, dari 19 orang anggota biasa yang tergabung di PWI ini.
Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus menitipberatkan pada persatuan dan kesatuan kawan wartawan di Rantau Piaman ini.
"Sepanjang masih bisa bersatu, untuk apa dipisah organisasinya. Tetap saja PWI Pariaman/Kabupaten Padang Pariaman," katanya.
Tak lama setelah pelantikan, Sekretaris PWI Darwisman minta mundur dari jabatannya, dengan alasan tuntutan undang-undang yang berhubungan dengan Bawaslu. Darwisman terpilih sebagai Ketua Panwascam Kecamatan Patamuan.
Begitu juga Muhammad Zulfikar, wartawan Antara yang pindah tugas dari Pariaman ke Jakarta, membuat dia juga mundur dari pengurus. Zulfikar hasil konferensi dipercaya sebagai Seksi Wartawan Olahraga.
Kemunduran Darwisman dan Zulfikar kita hargai dan kita hormati secara bersama. Berselang beberapa bulan setelah dia mundur, kita lakukan rapat pleno di salah satu kedai nasi, dan memutuskan Idham Fadhil sebagai Sekretaris, yang sebelumnya Wakil Sekretaris.
Tiga tahun periode pengurus PWI hasil Konferensi V penuh dengan dinamika, dan berlangsung di masa sulit. Covid yang melanda negeri ini, tentu tak bisa dilepaskan dari mandeknya jalan organisasi yang sangat bergantung kepada pihak eksternal.
Dalam masa sulit yang penuh dinamika itulah saya dan pengurus melayarkan kapal ini ke tepian. Hampir sampai di pelabuhan pun, dinamika kian kencang dan tentunya pelajaran untuk pendewasaan kita bersama dalam berorganisasi.
Gelombang dinamika kian terasa, saat konferensi tahun ini, untuk mengakhiri masa bakti tiga tahun yang lalu dicanangkan. Panitia konferensi terbentuk tanpa hambatan pun satu persatu memilih mundur, dan terpaksa di perbaharui.
Sementara di tengah situasi demikian, gelombang dinamika pun bersileweran, baik di media sosial WAG maupun dari kata-kata yang muncul di belakang.
Bagi saya pribadi, dinamika adalah sebuah keharusan dalam berorganisasi. Tanpa itu, organisasi terkesan vakum alias tak jalan. Yang paling penting itu, bagaimana kemampuan kita mengelola dan memenej dinamika menjadi proses pendewasaan.