Griezmann menjadi penjualan terakhir Barca di penghujung bursa tranfer. Sebelum itu Barca melepas bek kanan Emerson Royal ke Tottenham Hotspur untuk mendapatkan 25,8 juta poundsterling. Selanjutnya, gelandang muda Ilaix Moriba dibiarkan hengkang ke RB Leipzig dengan mendatangkan pemasukan 13,7 juta poundsterling.
Mereka berada dalam rombongan 11 pemain yang meninggalan Catalan untuk sebuah upaya penyelamatan. Mereka pergi agar klub bisa tetap eksis.
Pelajaran SuarezÂ
Terlepas dari kesulitan ekonomi yang memaksa Barca harus mengambil keputusan tertentu, kehilangan sejumlah pemain tertentu jelas sebuah kerugian.
Selain Messi, Griezmann yang akan kembali ke Atletico mendatangkan keraguan apakah Barca masih bisa tetap moncer tanpa kedua pemain itu.
Griezmann memang terlihat kurang greget bersama Messi. Ia hanya mampu mencetak 35 gol dalam 102 pertandingan. Keduanya sempat merasakan manisnya gelar Copa del Rey.
Selebihnya, Griezmann seakan dilekatkan dengan kutukan tak akan bisa bersinar selama ada Messi di sampinya. Kini ketika matahari itu pergi, Griezmann belum sempat unjuk gigi.
Kembalinya Griezmann ke Atletico mengingatkan kita pada Luis Suarez. Musim panas lalu, Suarez dijual ke tetangga itu. Hasilnya, Barca kemudian harus menepuk dada melihat bagaimana pemain yang mereka "buang" itu tetap bersinar dan berujung gelar juara LaLiga, trofi yang mereka incar namun tak kesampaian dalam dua musim terakhir.
Menarik mencermati komentar pakar sepak bola asal Prancis, Julien Laurens. Berbicara di BBC Radio 5 Live sebagaimana dilansir dari bbc.com, Ia mengatakan Barca melakukan sesuatu yang membingungkan.
Ia tak habis pikir klub besar itu bisa melakukan sesuatu yang hampir mirip dengan kasus Suarez semusim sebelumnya. Betapa tidak. Barca melepas Griezmann ke klub yang berpotensi besar mengembalikan pesonanya. Tempat yang pernah menorehkan kenangan indah bersama Griezmann. Klub yang membuat Griezmann menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.