Mohon tunggu...
Bagus Suminar
Bagus Suminar Mohon Tunggu... Dosen - Wakil Ketua ICMI Orwil Jawa Timur, Dosen UHW Perbanas Surabaya dan Pemerhati Ilmu Manajemen

Ayah dgn 2 anak dan 1 cucu, memiliki hobi menciptakan lagu anak dan pemerhati manajemen mutu pendidikan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Kurangi Kerumitan SPMI, Bisakah?

7 September 2024   13:21 Diperbarui: 8 September 2024   10:03 185
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Vilfredo Pareto adalah seorang ekonom dan sosiolog berkebangsaan Italia. Pareto dikenal karena kontribusinya dalam teori ekonomi, teori manajemen dan ilmu sosial. 

Salah satu ide cemerlang dari Vilfredo Pareto adalah "Prinsip Pareto" atau yang sering dikenal sebagai "Hukum 80/20". 

Pareto mengamati bahwa sekitar 80% dari total kekayaan di Italia (pada masa itu) dimiliki oleh hanya 20% dari populasi. 

Dari pengamatan ini, Pareto menyimpulkan bahwa distribusi yang tidak merata dapat terjadi di banyak aspek kehidupan, seperti perdagangan, produktivitas, dan manajemen.

Dalam konteks manajemen dan organisasi, Prinsip Pareto memberi gambaran bahwa sekitar 20% dari usaha sering kali menghasilkan 80% dari hasil.

Prinsip ini kemudian menjadi landasan penting dalam proses manajemen waktu, alokasi sumber daya, dan pengambilan keputusan. Prinsip Pareto sangat relevan untuk diterapkan dalam upaya penguatan SPMI. 

Baca juga: SPMI dan Prinsip Pareto

Penguatan SPMI

Dalam konteks SPMI, tidak semua aspek (elemen) dalam sistem ini memiliki dampak yang sama terhadap mutu pendidikan di perguruan tinggi. 

Beberapa elemen utama, seperti mutu pengajaran, keterlibatan dosen, dan manajemen kurikulum, mungkin merupakan faktor-faktor yang paling berpengaruh.

Oleh sebab itu, fokus utama pimpinan dan tim SPMI sebaiknya pada 20% elemen ini, karena elemen tersebut yang mampu berkontribusi / memberikan 80% dari hasil yang diinginkan. 

Dengan memusatkan perhatian pada area-area utama, area-area krusial, pimpinan dan tim SPMI dapat mengurangi beban kerja yang tidak relevan sekaligus meningkatkan produktifitas dan efisiensi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun