Levie & Lentz (1982) mengemukakan bahwa ada empat fungsi media pembelajaran, yaitu:[10]
1. Fungsi atensi dari media visual merupakan fungsi inti dari media pembelajaran, dimana media pembelajaran harus dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa agar dapat berkonsentrasi pada materi pelajaran yang berkaitan. Dengan adanya fungsi ini, diharapkan peserta didik dapat memperoleh dan mengingat isi pelajaran.
2. Fungsi afektif dari media visual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa dalam belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual yang ditampilkan diharapkan dapat menggugah emosi dan sikap dari siswa terhadap materi yang disampaikan.
3. Fungsi kognitif, berdasar hasil temuan dari sebuah penelitian mengungkapkan bahwa media visual yang berupa gambar maupun lambang visual dapat memperlancar tujuan untuk memahami dan mengingat informasi yang termuat pada suatu gambar.
4. Fungsi kompensatoris media pembelajaran diharapkan dapat berfungsi sebagai alat bantu yang dapat digunakan oleh siswa untuk mempermudah memahami isi teks kemudian mengoganisasikan informasi tersebut agar dapat diingat kembali.
Manfaat praktis penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut:
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses hasil belajar.
2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih dekat antara siswa dan lingkungannya, memungkinkan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu;
* Objek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung d ruang kelas dengan menggunakan bantuan dari media berupa gambar, foto, slide, film, radio, atau model.
* Objek atau benda yang terlalu kecil yang tidak nampak oleh indera dapat dilihat melalui mikroskop, foto, slide, atau gambar.