Tuton dan TTM terselenggara selama delapan pekan. Tuton dapat diakses mahasiswa pada laman elearning.ut.ac.id. Kegiatan pada tuton meliputi absensi, disuksi, dan tugas. Pengampu mata kuliah pada tuton disebut tutor.
TTM persis seperti kuliah biasa. Terselenggara di kampus yang telah bekerja sama dengan Universitas Terbuka. Kalau di Jakara, TTM bertempat di Kampus Universitas Negeri Jakarta. Jadwal TTM berlangsung tiap Minggu dengan jam yang disesuaikan. Saya tak dapat mengikuti TTM, karena hari Minggu pun terkadang bekerja.
Karena belajar jarak jauh, maka saya waktu belajar tuton fleksibel. Saya biasa atur sendiri soal kapan dan di mana mengisi diskusi atau tugas. Jadi sangat cocok bagi pekerja media.
Baca juga : Ketidaksiapan Universitas Terbuka (UT) Melaksanakan Take Home Exam (THE)
3. Dinamis
Kalau tuton adalah layanan dari kampus bagi mahasiswa, belajar mandiri adalah inti dari belajar jarak jauh yang sebenarnya. Belajar mandiri membutuhkan pengendalian diri dan manajemen waktu yang matang.
Di UT, per mata kuliah pada tiap semester terdapat 3 SKS. Artinya, ada 9 modul (materi) tiap mata kuliah pada bahan ajar yang mesti dilahap oleh mahasiswa.
Betapa dinamisnya ketika kita mesti mengatur waktu belajar mandiri sehingga kita dapat memahami semua materi dengan baik. Ini yang membuat banyak mahasiswa UT terlena. Mereka pikir, kuliah di UT hanya dua bulan, yakni pada saat tuton berlangsung, dan dua hari, yakni pada saat UAS. Sedangkan empat bulan lainnya adalah libur.
Sebenarnya empat bulan itu adalah waktu belajar mandiri. Tergantung si mahasiswa, dalam empat bulan itu bagaimana mengatur waktunya agar semua materi dapat dipahami dengan baik.
4. Menantang
Bagi saya Universitas Terbuka benar-benar menantang selain dari segi belajar mandiri dan jarak jauh. Karena belajar jarak jauh, kesempatan mengenal mahasiswa lain tak terlalu besar.Â