Tidak boleh dalam satu hari saja terlewat minum obat, sehingga harus patuh dalam konsumsi resep obat yang diberikan dokter.
Tapi sebenarnya yang paling utama adalah menjaga pola makan. Seseorang penderita diabetes tidak diperbolehkan makan manis-manis lagi. Namun sebenarnya masih ada beberapa organ yang membutuhkan makanan manis masuk dalam tubuh, sehingga untuk makanan manis yang ingin dikonsumsi penderita haruslah sangat minim dan sangat dibatasi dengan disiplin.
Ketika pola makan sudah dijaga, olahraga sudah setiap hari, istirahat juga cukup, sudah konsumsi obat-obatan diabetes juga, namun saat periksa ke dokter ternyata kadar gula masih tinggi bahkan sangat tinggi. Nah, kok bisa seperti ini?
Rupanya hal seperti itu bisa saja terjadi. Karena naiknya kadar gula seseorang tidak selalu dipengaruhi beberapa hal yang sudah disebutkan di atas. Melainkan faktor pikiran juga berpengaruh dalam stabilnya kadar gula penderita diabetes.Â
Jadi penting juga untuk membuat beliau atau mereka para penderita agar hatinya selalu senang dan bahagia, karena faktor stres pun bisa meningkatkan kadar gula dalam darah.
Lantas jika sudah melakukan hal-hal di atas termasuk penderita sama sekali tidak stres juga, namun kadar gula tetap sangat tinggi, bagaimana?
Nah, kalau kondisinya seperti ini biasanya dokter bukan hanya memberikan resep obat-obatan saja, melainkan juga akan memberikan insulin.Â
Insulin ini dalam bentuk cairan yang disuntikkan pada penderita diabetes. Kadang ada yang sehari hanya 1x, ada yang 2x, dan ada yang 3x. Tergantung dari kondisi dan menyesuaikan berapa unit yang disuntikkan dalam tubuh penderita.
Nah, perlu diketahui juga bahwa insulin ini yang menyuntikkan pada tubuh penderita bukan dokter lagi di rumah sakit, melainkan anda orang terdekatnya lah yang bertugas menjadi dokter spesialis dalam hal suntik insulin ini.