India sendiri dalam soal disiplin agaknya tidak seketat China, Jepang, Korea Selatan. Menurut mahasiswa Indonesia yang kuliah di India, kalangan atas atau kasta tinggi di sana relatif abai terhadap prokes dan menganggap diri lebih kebal terhadap pandemi. Hal ini juga mengingatkan insiden serupa di mana tokoh masyarakat, pejabat, atau public figure kita melanggar aturan pembatasan dan kekarantinaan.Â
Jika kita setengah hati dalam menanggulangi pandemi maka bukan tak mungkin tahun depan Covid-19 masih membatasi gerak kita. Jika tahun depan mudik dilarang lagi maka syarat fenomena Bang Toyib sudah terpenuhi: tiga kali puasa dan tiga lebaran tak pulang-pulang.Â
Soal mudik mungkin bukan soal utama, tetapi korban jiwa tentu perlu mendapat perhatian utama. Setelah itu ada pula problem pendidikan dan pemulihan ekonomi yang tak kalah penting.
Oleh karena India saat ini menjadi zona penyebaran varian corona B1617 yang berbahaya, maka pintu masuk dari sana --dan negara lain yang berisiko-- harus ditutup dulu untuk sementara. Izin masuk yang dikeluarkan imigrasi untuk 117 warga India sangat disayangkan dan untuk itu perlu dipertanyakan. Varian B1617 ada kemungkinan bisa masuk seperti yang dikatakan oleh pejabat Kemenkes.***
Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H