Mohon tunggu...
ztifania Dewi
ztifania Dewi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi uin jakarta/FDIKOM/Pengembangan Masyarakat Islam

Saya masuk uin alhamdulillah Dan saya Insyaallah Mau daftar CPNS semoga saya bisa jadi PNS Aamiin, hobi saya badminton

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Menjaga Shalat

1 November 2024   15:39 Diperbarui: 1 November 2024   15:54 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Artinya adalah "Menundukkan pandangannya ke tanah, menurunkan, dan merendahkan suaranya."

= menundukkan pandangannya.

= ia menunduk dan mencondongkan (dadanya).

Jika hati menjadi khusyuk, ia akan diikuti oleh seluruh anggota badan. Karena anggota badan akan mengikuti hati, sebagaimana sabda Nabi "Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah, jika ia baik maka seluruh jasad pun menjadi baik, jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, ia adalah hati."

Jika hati telah khusyuk, maka telinga, mata, kepala, wajah, dan semua anggota badan, serta segala hal yang dilahirkan dari semuanya termasuk juga perkataan akan khusyuk pula.

B. Khusyuk Terpuji dan Khusyuk Tercela

Khusyuk yang terpuji ialah seperti yang baru saja dijelaskan yang asalnya ada di dalam hati. Jika hanya anggota badan Anda yang khusyuk, namun hati Anda kosong darinya, maka inilah yang dimaksud dengan khusyuk yang tercela. Hudzaifah berkata, "Jauhilah dari khusyuk kemunafikan." Ia ditanya, "Apa itu khusyuk kemunafikan?" Ia menjawab, "Engkau melihat jasad seseorang berlaku khusyuk, namun hatinya tidak khusyuk."

Kata khusyuk berporos pada maknanya secara umum, mencerminkan sifat orang-orang beriman dan salah satu kedudukan iman. Nah, dari makna khusyuk yang umum tersebut terurai menjadi makna khusyuk dalam shalat, berikut ini penjelasan para ulama tentang makna khusyuk:

Ali bin Abi Thalib menuturkan, "Khusyuk itu tempatnya di hati, bersikap ramah kepada sesama Muslim, dan tidak menoleh saat mendirikan shalat."

Imam Al-Qurtubi as bertutur saat menjelaskan ayat ke-45 surah Al-Baqarah dalam kitab tafsirnya, "Khusyuk adalah sebuah kepribadian jiwa yang terpancar pada penampilan lahiriyah dalam bentuk tenang dan menundukkan diri.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun