Peran teknologi dalam mengurangi risiko bencana merujuk pada penggunaan berbagai alat, sistem, dan inovasi berbasis teknologi untuk mencegah, mendeteksi, memitigasi, serta mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi bencana. Teknologi membantu dalam mengidentifikasi potensi risiko, memberikan peringatan dini, meningkatkan efisiensi tanggap darurat, serta mempercepat pemulihan pascabencana. Dengan demikian, teknologi memainkan peran penting dalam mengurangi kerugian jiwa, harta, dan dampak lingkungan akibat bencana, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana alam maupun bencana buatan.
Peran Teknologi Modern sebagai Solusi Efektif dalam Pengelolaan Risiko Bencana
Dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan urbanisasi yang cepat, teknologi modern telah menjadi alat yang sangat berharga dalam mengurangi dampak serta meningkatkan kesiapsiagaan. Teknologi tidak hanya berfungsi dalam mitigasi bencana, tetapi juga dalam respons dan pemulihan setelah terjadinya krisis. Dari sistem peringatan dini hingga penggunaan data besar (big data) untuk analisis risiko, teknologi telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kita untuk mengelola risiko bencana :
1. Sistem Peringatan Dini               Â
Salah satu kemajuan teknologi yang paling signifikan dalam pengelolaan risiko bencana adalah sistem peringatan dini. Sistem ini memungkinkan deteksi dini terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti tsunami, gempa bumi, dan badai tropis, memberikan waktu bagi masyarakat untuk mengambil langkah-langkah perlindungan. Sebagai contoh, Sistem Peringatan Tsunami yang diterapkan di Indonesia menggunakan jaringan sensor bawah laut yang dapat mendeteksi pergerakan bumi di dasar laut dan memprediksi tsunami. Teknologi ini memungkinkan evakuasi lebih cepat dan dapat menyelamatkan ribuan nyawa.
Sumber :
United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). (2020). Disaster Risk Reduction and Technology
2. Pemanfaatan Big Data dan AI untuk Analisis Risiko
Dalam beberapa tahun terakhir, big data dan kecerdasan buatan (AI) telah digunakan untuk menganalisis pola bencana dan memprediksi potensi bencana di masa depan. Melalui pengolahan data dari berbagai sumber---seperti satelit, sensor cuaca, dan laporan geologi---AI dapat membantu dalam membuat model prediktif yang lebih akurat mengenai risiko bencana. Google Crisis Map adalah contoh aplikasi teknologi ini, yang mengintegrasikan data cuaca, kondisi lalu lintas, dan informasi lainnya untuk memberikan gambaran tentang lokasi dan potensi bencana yang sedang atau akan terjadi
Sumber :