Setelah bubar, kami ke meja admin untuk menyerahkan paspor dan diberikan surat untuk tes besok, kupon pengambilan makanan dan 1 kunci kamar untuk 3 orang. Tower 9 khusus untuk penghuni perempuan dan Tower 8 khusus lelaki.
Di lantai 5, saya melihat kamar bercat dinding warna putih bersih yang terdiri dari 1 ruang tamu dengan meja dan kursi tamu, 2 kamar tidur dengan alas kasur yang bersih, dan 1 handuk bersih persis seperti di hotel.
Juga ada 1 kamar mandi bersih dengan pemanas air yang selalu hidup, dan 1 dapur dan tempat untuk menjemur, persis hotel bintang 3 atau apartemen kecil.Â
Semua serba rapi dan bersih. Yang kurang hanyalah internet dan televisi. Tapi tidak masalah karena saat di bus DAMRI, seorang petugas berpakaian seragam seperti TNI menawari 1 kartu perdana seharga 100 ribu. Jadi siapa yang belum punya kartu internet akhirnya membeli kartu tersebut.
Baca juga: "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona
Setelah memilih tempat tidur masing-masing, kami mandi dan jam 6 pengumuman melalui pengeras suara untuk perwakilan masing-masing kamar agar mengambil makan malam.
Kami mendapatkan 1 botol air mineral 500 ml, buah pisang dan makan malam nasi yang lengkap dengan lauk pauk 2 macam, sayur dan kerupuk udang. Alhamdulillah kenyang.Â
Oh ya, saya tidak tahu berapa persis jumlah penghuni wisma saat saya masuk karena semua orang nampaknya patuh dengan aturan, tidak keluar kamar kecuali saat mengambil makan dan tes PCR.
Saya tidak pernah melihat orang wara-wiri di lantai 5 tempat saya nginap, hening dan sunyi. Kecuali ketika mengambil makan, terkadang bertemu dengan orang yang akan keluar atau baru masuk wisma.