Aku tersenyum. Ada haru menyelimuti hatiku. Betapa cinta menghadirkan semerbak bahagia. Hidup ini lucu.
“Tak ada yang berpisah. Karena tak ada yang pergi. Bukankah kita disemai dan tumbuh di tanah yang sama. Tanah yang diributkan kaum kepentingan, diseroboti pengusaha-pengusaha yang berlindung di bawah ketiak birokrat, mengatasnamakan PAD untuk menjajah rakyatnya sendiri. Bahkan kemanusiaan sudah hilang.”
Kugenggam tanganmu erat. Kau menatapku teduh. pertautan mengerati hati. pelan mengaliri nadi. Menjadi darah.
“Jangan pergi. Tanpamu aku hambar.”
***
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI