Mohon tunggu...
Yudhistira Widad Mahasena
Yudhistira Widad Mahasena Mohon Tunggu... Desainer - Designer, future filmmaker, K-poper, Eurofan.
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

He/him FDKV Widyatama '18

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

2023 Ekonomi Diramal Gelap, Siapkah Kita?

27 Oktober 2022   11:54 Diperbarui: 27 Oktober 2022   11:59 450
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

2. Perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada perekonomian dunia
Belum selesai Covid, pada tanggal 24 Februari 2022, dunia dikejutkan oleh sebuah berita. Berita besar yang mengubah bab sejarah dunia. Rusia menyatakan perang terhadap Ukraina. 

Kedua negara ini sebenarnya sudah berkonflik sejak lama sekali, karena berbagai sebab, termasuk aneksasi Rusia terhadap Krimea yang merupakan bagian dari Ukraina. Awalnya mereka menyerang kota Kyiv dan Kharkiv, kemudian Donetsk dan Luhansk. Kemudian pada 11 April 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kota Mariupol telah "sepenuhnya hancur".

Hasilnya penduduk Ukraina sungguh amat tersiksa. Beberapa di antara mereka mengungsi. Ada pula yang menetap di negara mereka namun berteduh di tempat perlindungan bom karena negara mereka masih dihujani bom Rusia.

Tentunya Perang Rusia-Ukraina berdampak besar terhadap ekonomi. Salah satu dampaknya adalah kenaikan harga komoditas atau bahan pokok. Ukraina adalah salah satu negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia. Karena efek perang, harga minyak Ukraina anjlok ke level terendah pada Agustus 2022.

Minyak mentah digunakan untuk membuat bensin sebagai bahan bakar mobil dan kendaraan lain. Karena efek perang, harga BBM di Indonesia naik pada Maret 2022. Inilah yang membuat kita harus berhemat jika hendak bepergian.

Negara kita, Indonesia, juga mengimpor gandum dari Ukraina untuk makanan pokok seperti roti dan mie. Gandum adalah bahan dasar tepung terigu yang dipakai untuk membuat roti, kue, dan makanan-makanan lain. Karena efek Perang Rusia-Ukraina, hasil panen gandum Ukraina seret dan share impor biji gandum jatuh dari 4,9% pada Januari-Juli 2021 ke 0,1% tahun ini.

Karena kedua faktor di atas yang telah disebutkan, kita harus siap apabila kita mengalami resesi global tahun depan.
Ekonomi semakin susah, kita harus pintar berhemat dan jangan boros.
Ingat: rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya.

Kita harus pintar mengelola uang di masa ekonomi sulit karena pandemi masih melilit dan perang kian menggigit.

Tabik,
Yudhistira Mahasena

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun