Kita menyaksikan pemain-pemain top dunia yang awalnya diposisikan sebagai unggulan, sebut saja Shi Yu Qi dan Chen Long (Tiongkok), Kento Momota (Jepang) justru bertumbangan di tangan pemain Indonesia.Â
Asian Games 2018 ini bisa dikatakan mimpi buruk bagi pemain tunggal putra Tiongkok lantaran tak satu pun wakil mereka di babak semifinal, artinya Tiongkok nihil medali di nomor ini. Untungnya, kemarin mereka sudah mengamankan medali emas di nomor beregu putra.Â
Sekali lagi, kita berharap Indonesia sukses menyumbangkan medali emas dari dua nomor tersisa yang diikuti atlet kita; tunggal putra dan ganda putra. Langkah paling aman tentu saja menciptakan "all Indonesian final" terlebih dulu di dua nomor tersebut.Â
Ketika sesama pemain Indonesia yang berlaga di final, tentu sudah tak terlalu berpengaruh lagi karena siapapun pemenangnya sudah pasti emas dan perak milik Indonesia. Selangkah lagi, Indonesia bersiap mengukir sejarah.
Kita berharap, mimpi ini akan menjadi kenyataan. Dukungan penonton di dalam stadion diharapkan tetap bergema untuk memompa semangat para pemain Indonesia agar bermain dengan penuh totalitas dan semangat perjuangan.
Jangan lupa, tambahan medali emas dari cabang olahraga ini juga akan kian mendekatkan target Indonesia untuk mengamankan minimal posisi sepuluh besar negara peraih medali terbanyak.Â
Hitung-hitungan awalnya, posisi tersebut dapat diamankan jika Indonesia mampu meraih 20 medali emas. Sejauh ini, Indonesia sudah berhasil meraih 12 medali emas. Harapan tambahan 2 emas dari cabang olahraga bulutangkis tentu sangat bermakna dan berharga, sekaligus kian mendekatkan Indonesia mencatatkan prestasi dan sejarah baru di ajang Asian Games.Â
Prestasi para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 ini tentu sangat bergantung pada dukungan penuh segenap elemen rakyat Indonesia termasuk para official partner Asian Games 2018, salah satunya APP Sinarmas yang sudah berkontribusi mendukung Indonesia meraih prestasi dan kebanggaan menyelenggarakan Asian Games tahun ini. Mari kita dukung bersama dan yakin Indonesia pasti bisa. Â
***Â
Jambi, 27 Agustus 2018
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H