Ole sendiri adalah salah satu pemain keturunan Belanda-Indonesia yang saat ini diisukan tengah merapat ke Skuad Garuda. Pemain yang berposisi sebagai penyerang di FC Utrecht di Eredivisie itu dinilai menjadi "kepingan puzzle" yang diperlukan oleh Timnas di lini depan yang selama ini dinilai masih kurang tajam.
Saat itu hujan deras mendera Jakarta dan sekitarnya, termasuk Kawasan SUGBK dimana kedua tim akan saling bentrok. STY menurukan starting line-up Indonesia yang menggunakan formasi 3-4-3 yang selalu digunakan oleh pelatih asal Korsel tersebut.
Paes dipercaya untuk mengawal gawang skuad garuda dengan trio bek tengah Ridho, Idzes, dan Hubner menjadi pengawal di depannya. Posisi tengah diisi oleh Haye dan Nathan dengan ditopang oleh Diks dan Verdonk yang mengisi bek sayap sementara lini depan diisi oleh Ragnar yang diposisikan sebagai ujung tombak dengan Yakob Sayuri dan Struijk menemaninya di kedua sisi sayap.
Peluit panjang kemudian ditiup tanda permainan dimulai. Skuad Garuda mulai mengambil inisiatif untuk mengontrol permainan sejak awal dan di menit -- menit awal Indonesia berhasil membuat beberapa peluang yang sayangnya belum dapat dikonversikan menjadi gol. Jepang bermain dengan disiplin dan teroganisir baik dalam menjaga pertahanan maupun saat transisi menyerang.
Seiring berjalannya waktu, arah permainan perlahan -- lahan berubah dari yang tadinya Indonesia dapat sedikit mengimbangi permainan Samurai Biru berubah menjadi bertahan penuh karena Jepang sudah dapat menguasai permainan.
Gempuran Jepang terhadap Indonesia akhirnya berbuah hasil pada menit ke 35 ketika Justin Hubner salah mengantisipasi arah bola dari serangan cepat Jepang yang berbuah gol bunuh diri.
Jepang semakin tak terbendung dalam menekan pertahanan Indonesia yang dimana lima menit kemudian, Takumi Minamino berhasil menggandakan keunggulan Samura Biru menjadi 2-0 lewat assist Kaoru Mitoma.
Tidak lama kemudian, Kevin Diks mengalami cedera paha yang membuatnya harus digantikan oleh Sandy Walsh pada menit ke-40.
Usai turun minum, Jepang kembali menggebrak Indonesia yang kehilangan ritme permainannya lewat gol cepat di menit 49 lewat sepakan Hidemasa Morita di sudut sempit. Pada masa ini, baik Jepang maupun Indonesia sama -- sama melakukan pergantian pemain.
Ketinggalan 3-0 Indonesia masih berusaha untuk mencari celah untuk mencetak setidaknya satu gol namun permainan Jepang yang begitu rapi dan teroganisir membuat Indonesia begitu kesulitan. Di Menit ke-69, Yukinari Sugawara berhasil menggenapkan keunggulan Jepang menjadi 4-0. Skor tersebut bertahan hingga di akhir pertandingan.
Hasil pertandingan tersebut membuat posisi Indonesia semakin terpuruk di Grup C yang membuat Skuad Garuda terbenam di dasar klasemen setelah 5 pertandingan yang dilewati (3 seri dan 2 kekalahan).