John mengerutkan alisnya, seperti sedang berusaha mengingat sesuatu.
Ketika dia bertanya tanggal lagi entah untuk keberapa kalinya selama dua puluh menit perjalanan mereka, akhirnya July menyerah. "Ini hari Sabtu, tanggal 22 February."
"Itu hari kita menikah!"
"Ya, benar," Kata July sambil memarkirkan mobilnya.
****
Malam harinya July membantu John duduk di sofa ruang tamu dan menyetelkan TV untuknya sebelum beranjak ke dapur menyiapkan makan malam.
"Tunggu sebentar, nanti saya kembali menemani yaa..."Ujar July sambil mengecup kepala John.
Begitu sampai di dapur, ia berjalan membuka lemari berisi barang-barang yang telah diberi label ; mangkuk, piring, gelas, sereal dan lainnya. July memang sengaja menandai semua barang untuk membantu John agar tetap mandiri sebisa mungkin, terutama karena dia suka memasak. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, John seperti kehilangan gairah memasaknya.
Betapa leganya hati July ketiga ia menemukan satu kaleng yang bertuliskan chicken soup (baca sup ayam) di sudut kanan belakang lemari. Diraihnya kaleng sup ayam itu, dibuka tutupnya kemudian dimasukkan ke dalam panci dengan ditambah sedikit air.
Saat July sedang menunggu sup ayam yang sedang dihangatkan, tiba-tiba dia mendengar suara dentingan piano.
John dulu memang pernah menjadi guru musik, jadi mereka memiliki piano di ruang tamu. Hanya saja belakangan ini dia tidak memainkannya lagi. July berpikir mungkin karena mata John yang semakin kurang awas melihat nada-nada musik.
July langsung mematikan kompor dan berjalan kembali ke ruang tamu. Dia melihat John duduk di depan piano memainkan lagu "Love of My Life" ciptaan Queen. July sangat kaget melihat jari-jari John masih sangat lincah memainkan piano.