Latar tempat adalah hal yang berkaitan dengan masalah geografis. Novel Negeri 5 Menara terdapat beberapa latar tempat yang digambarkan penulis yaitu rumah Alif di desa Maninjau, Danau Maninjau, Pondok Pesantren Modern Gontor , Washington DC, dan lain-lain. Latar tempat Rumah Alif  tempat dimana Alif dan keluarganya tinggal yaitu di desa Maninjau.
2) Latar Waktu
latar waktu adalah berkaitan dengan masalah historis. Menurut Sayuti (2017: 151) latar waktu mengacu pada saat terjadinya peristiwa, dalam plot, secara historis. Melalui pemberian waktu kejadian yang jelas, akan tergambar tujuan fiksi tersebut secara jelas pula. Rangkaian peristiwa tidak mungkin terjadi jika dilepaskan dan perjalanan waktu, yang dapat berupa jam, hari, tanggal, bulan, tahun, bahkan zaman tertentu yang melatarbelakanginya.
Latar waktu dalam novel Negeri 5 Menara adalah sore hari, malam hari, dini hari dan pagi hari.
5. Judul
Menurut Sayuti (2017: 168) judul suatu karya bertalian erat dengan elemen-elemen yang membangun fiksi dari dalam. Dalam kaitan ini, mungkin sekali judul mengacu pada tema, mengacu pada latar, mengacu pada konflik, mengacu pada tokoh, mengacu pada simbol cerita, mengacu pada atmosfer, mengacu pada akhir cerita, dan sebagainya.
Pada novel Negeri 5 Menara judul mengacu pada tokoh dan akhir cerita. Dengan enam tokoh utama yakni Alif, Raja, Said, Dulmajid, Atang dan Baso. Siang itu dibawah menara, mereka berimajinasi, melihat arak-arakan awan dan membentuk berbagai negara. Alif, ia melihat awan itu membentuk benua Amerika, Baso melihat awan itu berbentuk Eropa, sementara atang melihat awan tersebut membentuk asia, sedangkan Said dan Dulmajid melihat awan itu berbentuk negara Indonesia. Kemudian mimpi mereka membentuk suatu judul yaitu 'Negeri 5 Menara' karena 5 negara di empat benua itu memiliki masing-masing menara. Sehingga novel ini berjudul 'Negeri 5 Menara'.
6. Sudut Pandang
Menurut Sayuti (2017: 178) sudut pandang dibagi menjadi dua yaitu, sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Pada novel Negeri 5 Menara sudut pandang yang digunakan oleh pengarang adalah sudut pandang orang pertama. Novel Negeri 5 Menara pada bagian pertama pengarang terlibat secara langsung dalam cerita. Hal ini terlihat pada novel tersebut menggunakan kata 'Aku' dalam setiap alur cerita.
Hal ini sesuai dengan kutipan dibawah ini:
 Washington DC, Desember 2003, jam 16.00
Iseng saja, aku mendekat ke jendela kaca dan menyentuh permukaannya dengan ujung telunjuk kananku. Hawa dingin segera menjalari wajah dan lengan kananku...
Baca juga : Resensi Novel "Guru Aini" Karya Andrea Hirata
7. Gaya Bahasa
Gaya merupakan cara pengungkapan seorang yang khas bagi seorang pengarang. Gaya seorang pengarang tidak akan sama bisa dibandingkan dengan gaya pengarang lainnya karena pengarang tertentu selalu menyajikan hal-hal yang berhubungan erat dengan selera pribadinya dan kepekaannya terhadap segala sesuatu yang ada di sekitarnya (Sayuti, 2017: 189).