Berkata-kata yang baik
Tentu saja akan sulit
Bila hati dan pikiran kita
Tak bersih
Berwajah yang ceria
Tentu juga akan rumit
Bila dalam hati dan pikiran kita
yang ada hanya rasa benci
Reff
Bila kita berkata-kata
Bila kita tatapan muka
dengan orang lain
Ingat selalu anggap mereka
seperti orang tua kita sendiri
Maka yang ada kita
Menghormati mereka
Berkata-kata yang baik
Ekspresi wajah yang ceria
Akan selalu terjaga
dalam sikap kita
(Ada di Chanel YouTube Supartono JW)
####
Mimbar agama apa pun di negeri ini, diharapkan akan terus mampu menggugah hati dan pikiran masyarakat Indonesia, tatkala dunia pendidikan formal dan nonformal terpuruk yang buntutnya, masyarakat Indonesia dari para elite pemimpin bangsa hingga rakyat jelata, terus tersungkur, lost control pada budaya sopan-santun, hingga nir empati, dan miskinnya rasa peduli sesama.
Karenanya, saya senang saat dalam sebuah Khutbah Jumat di satu Komplek Perumahan yang tetap dengan protokol Covid-19 ketat pada Jumat, (10/9/2021), Khatib menyampaikan pesan tentang pentingnya berkata-kata baik dan menunjukkan wajah yang ceria, manis di hadapan orang lain.
Pesan Khatib, tentu saja ditujukan untuk dirinya sendiri dan juga bagi para jamaah komplek perumahan tersebut. Pun bagi masyarakat sekitar yang mendengarkan khutbah. Pasalnya, budaya berkata-kata tak baik dan budaya menampakkan wajah yang tak ceria bahkan cenderung nantangin, kini lebih unggul dan lebih mendominasi, bak virus corona, bahkan lebih berpandemi.
Malah, berkata-kata kasar khususnya di media sosial bahkan boleh dibilang tak kenal waktu dan momentum lagi. Mirisnya, sudah berkata kasar di medsos, saat bertemu muka pun juga tetap tak berupaya menunjukkan wajah yang ceria, tetapi nantangin.