Tetapi yang menjadi penting, mengapa Presiden mendahului menentukan harga, sementara di media massa stakeholder terkait masih hitung-menghitung.
Inilah, sekadar catatan manis saya, persis di usia Indonesia 76 tahun. Masyarakat benar-benar merasakan masih dijajah oleh pemimpin dan pemerintah/parlemen. Kerendahan hati pemimpin juga masih mahal harganya, tapi penderitaan rakyat siapa yang bikin, tidak ada yang minta maaf. Nyawa ratusan ribu rakyat melayang pun tak berharga, tak ada belasungkawa.
Terima kasih Eko, sudah meraih perak, mengibarkan Bendera Merah Putih harumkan bangsa dan negara Indonesia di kancah olahraga dunia saja masih rendah hati, bahkan kamu masih meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Bangganya kami padamu.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H