Mungkin orang tua harus kembali merumuskan, apa tujuan pengasuhan anak? Agar orang tua menyadari di mana kesalahannya dan siap membuat perubahan serta langkah-langkah strategis bersama dalam pengasuhan anak.
Pertama, kedua orang tua harus menyadari bahwa, anak-anak adalah titipan atau amanah dari Allah yang kelak harus dipertanggung jawabkan dihadapan Sang Khalik dan dikembalikan dalam kondisi terbaik (Best). Karena itu tujuan pendidikan dan pengasuhan seorang anak adalah untuk memperoleh keseimbangan antara: Iman, budi pekerti dan perilaku (BEHAVE), baik hati dan kata-katanya (EMPATHIC), cerdas dan baik otaknya (SMART), serta baik fisik, mental dan jiwanya (TOUGH).
Yaitu anak yang kokoh  keimanananya, baik ibadahnya, mulia akhlaknya. Anak yang merasa dirinya berharga, dan percaya diri. Anak yang cerdas berpikir solutif dan kreatif.  Anak yang mampu berkomunikasi dengan baik, dan tutur katanya menghargai orang lain, mandiri bertanguung jawab pada Sang Khalik, diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Bijak berteknologi.
(Elly Risman, M.Psi. Yayasan Kita dan Buah Hati)
Jadilah Ayah Siaga
Ayah siaga! istilah ini biasanya digunakan  pada saat seorang ibu sedang hamil, maka diperlukan seorang Ayah yang siap siaga untuk mengantar ibu ke puskesmas atau rumah sakit bersalin terdekat bila sewaktu-waktu saat kelahiran tiba. Namun istilah Ayah siaga juga digunakan untuk mendorong seorang Ayah agar mengambil peran lebih besar dalam  pengasuhan anak-anaknya. Baik di saat anak-anak itu masih balita, terlebih lagi di saat anak-anak mulai tumbuh remaja.
Ayah yang mengambil peran dalam  pengasuhan  anak, memberi dampak positif kepada:
-Memberi rasa tenang dan tenteram bagi ibu, karena merasa memiliki partner berbagi segala kerepotan menghadapi permasalahan si anak.
-Ayah tidak akan mudah men-judge ibu bila terjadi kenakalan pada anak, karena ayah mengetahui prosesnya dan ikut mengawasi perkembangan jiwa dan emosional anak.
-Timbul kedekatan dan ikatan emosional yang lebih kuat antara ayah, ibu dan anak.
-Anak lebih percaya diri karena merasa memiliki tempat curhat atau berbagi dan bertanya tentang segala persoalan yang dihadapinya dalam pergaulan di luar sana.
-Tumbuh perasaan bahagia bagi ibu dan anak karena merasa memiliki orang yang siap mendengarkan keluh kesah dan tidak takut berterus terang bila melakukan kesalahan.