Nah, kembali ke : Mengapa Tempodotco betapa getol ingin menghabisi para buzzer?
Kesimpulan saya hanya satu : Â PERSAINGAN (KOMPETISI)
Yup! Kompetesi dari berbagai aspek. Bila saya tambahkan dari 2 hal diatas Pride dan Uang, maka di step berikutnya bisa saya katakan, Media Mainstream kalah bersaing dengan para influencer dalam membangun narasi. Jika saya arahkan lebih ekstreem. Media Mainstream kini, gundah, sebab mereka sudah mulai kalah membangun propaganda.
Mari kita lihat! Kalau kita cermati, baru sejak selesai Pilpres tahun 2019, pendukung Jokowi menang perang propanda dan militansi di medsos. Selama ini, perang tagar selalu dimenangkan oleh kubu lawan Jokowi.Â
Lihatlah misalnya tagar #gantipresiden hampir setahun itu merajai per tagar an dunia medsos dengan kekuatan militansi yang mereka miliki. Tetapi apakah media mainstream pernah menyerang khusus para influncer pencipta tagar itu, rasa-rasanya tidak pernah.
Tetapi ketika, para pendukung Jokowi mulai solid selama september ini, seluruh mata tertuju kepada buzzer istana. Padahal kalau diselidik lebih jauh. Buzzer, influncer dan blogger pendukung Jokowi itu tidak dikomando, mereka biasanya berjalan sendiri-sendiri.Â
Tetapi ada yang membedakan, mengapa buzzer, influncer pendukung Jokowi itu bisa terus-terusan bekerja yaitu bahwa para buzzer, influncer pendukung Jokowi ini betul-betul setia, punya komitmen untuk terus menjaga Jokowi hingga selesai memimpin. Mereka disatukan oleh visi mis yang sama. Beda misalnya dengan para buzzer lawan Jokowi.
 Tujuan mereka hanya satu, Kekuasaan! Begitu pertandingan untuk memperebutkan kekuasaan itu usai dan kalah, mereka tiarap dan bahkan terpecah karena tidak tercapai tujuannya. Itu sebabnya, para buzzer, influncer pendukung Jokowi seperti diatas angin sesudah selesai pilpres, utamanya di bulan september.
Karena kesetiaan para pendukung Jokowi itulah, dimana terus bekerja dan memberikan dukungan moral kepada Jokowi, maka dianggaplah bahwa para buzzer, influncer Jokowi itu semua di bayar, padahal tidak.
Saya paham benarlah dan mengenal juga beberapa diantaranya. Mereka banyak yang murni berjuang untuk mensukseskan Jokowi memimpin Negara ini. Kalaupun ada yang mendapat bayaran tentulah bukan sepengetahuan Jokowi itu.
Nah, kompetisi ini tentulah akan susah dimenangkan oleh tempodotco karena dia berusaha melawan arus massa.