7.Traveling silaturahmi ke Haurwangi Cianjur.
Minggu, 7 Januari 2017 dari Pagelaran kami berangkat menggunakan sepeda motor. Mampir ke Karang Tengah kemudian bersama-sama bersilaturahmi kepada kakak tertua dari papa mertua di Haurwangi (sebelumnya wilayah ini masuknya ke daerah Ciranjang).
Sampai daerah Cipeuyeum jalanan terawat mulus. Baru ketika belok kiri menuju lokasi rumah kerabat, jalan berbatu seperti jalan di Cianjur bagian selatan kami temui. Sempit mengikuti jalur rel kereta api Bandung Cianjur yang masih belum berfungsi.
Cuaca di Cianjur bagian utara cukup terik. Beda dengan Cianjur bagian selatan yang masih terasa segar, banyak  hutan hijau dan udara bersih. Mungkin di Ciranjang sudah banyak berdiri pabrik besar dan lahan hijau semakin berkurang sehingga suhu terasa lebih panas. Jadi selain pegal karena duduk di boncengan selama kurang lebih 3 jam, juga capek karena cuaca yang gerah bikin badan tidak enak.
Bebas pegal, bebas ke mana aja, rahasianya apa?
Tiga minggu selalu bepergian ke tempat berbeda naik sepeda motor menerjang panas dan hujan serta melewati berbagai medan di jalan bukan berarti kami manusia sakti. Saya, suami apalagi Fahmi putra kami, juga manusia yang punya rasa sakit dan nyeri. Hanya semua itu bisa kami atasi dengan solusi (bukan rahasia).
Apakah itu? Ialah Geliga Krim. Ya saat bepergian saya selalu membawa Geliga Krim. Selama 3 minggu ini sudah 2 tube Geliga Krim yang kami pakai.
Traveling mengendarai sepeda motor memang beresiko tapi bukan berarti karena itu jalan kami buntu. Justru asyiknya traveling itu manakala bisa menemukan hal-hal baru, bisa melewati berbagai kesulitan dan dapat menambah teman. Yang penting patuhi peraturan dan rambu. Perjalanan berat terasa ringan dan semakin nyaman manakala ada pertolongan pertama dari Geliga Krim saat badan pegal, capek atau kram.