


Seperti contohnya Marina Amaral, ia sudah sangat mahir dalam mewarna foto lawas dengan mempertimbangkan banyak komponen di dalamnya, yang mana dapat menghabiskan waktu sampai berbulan-bulan untuk menyelesaikan satu foto saja.


Tetapi ada pihak yang menanyakan apakah foto-foto tersebut dapat dipertanggung jawabkan keaslian warnanya?
Maka dari itu, foto-foto tersebut, tidak dapat dijadikan sebagai sumber utama dalam sejarah karena bisa saja warna yang diberikan oleh editor berbeda dengan aslinya.Â
Tetapi penulis sangat-sangat terpukau dengan pewarnaan foto lawas yang menawarkan dimensi baru dalam memahami ilmu sejarah.Â
Anda tertarik mencoba? :)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI