Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun - mantan wartawan - Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor - Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak - Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Pengurus IKA UNJ (2017-sekarang). Penulis dan Editor dari 47 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN, Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen Surti Bukan Perempuan Metropolis. Penasihat Forum TBM Kab. Bogor, Education Specialist GEMA DIDAKTIKA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sebuah "Nama Baik", Catatan untuk Pendukung Capres

28 Januari 2019   06:55 Diperbarui: 5 Februari 2019   11:55 113
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Maka bila Anda orang baik, teruslah benci dan hujat orang-orang yang menurut Anda tidak baik. Bila itu membuat Anda lebih baik, bila Anda bisa gembira. Biarkan oang lain jadi tidak baik menurut ocehan Anda sendiri. Semua itu kan kata Anda. Bukan kata kebanyakan orang.

Bila ada orang dibilang punya nama baik, tanpa perbuatan dan niat baik. Itu pasti bukan orang baik. Nanti waktu yang akan membuktikannya.

Hanya orang-orang yang tidak baik yang kerjanya menghakimi orang lain. Hanya orang-orang yang pikirannya negatif, pasti sulit menerima kebaikan orang lain. Jadi biarlah, mereka mengejar "nama baik". Buat mereka sendiri, dan akan dinikmati sendiri pula.

Jadi, betulkah mereka benar-benar baik. Atau pura-pura baik?
Sungguh, hanya perbuatan baik dan niat baik yang akan memperlihatkannya. Bukan ocehan atau omongannya.

Karena nama baik dan perbuatan baik.
Persis seperti "orang yang menanam padi (kebaikan) dan rumput (ketidak-baikan) selalu ikut tumbuh di sana. Tapi saat menanam rumput (ketidak-baikan) sudah pasti padi (kebaikan) tidak akan pernah tumbuh di sana".

Selamat berjuang untuk nama baik, selamat menjadi penguasa yang baik... #TGS

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun