CATATAN PERSYARATAN NYAPRES NIH
Selasa kemarin (25/8/2020) Teman kantor tanya bener ngga sih ada artis mau nyapres 2024 nyalonkan diri jadi Presiden  ? menurut kamu bagaimana balik tanya lagi. lantas ku jawab bahwa menjadi calon presiden RI siapa pun bisa. Ada peluang dan kesempatan sama. Di jamin dalam konstitusional.Â
Ngga terbatas harus laki-laki, perempuan pun bisa. Ngga harus punya gela sarjana, magister, atau doktor apalagi doktor kehormatan seperti honoris causa. Namun ku mencatat sederetan hal penting dipersyaratan bagi calon presiden baik itu legalitas formal ataupun tidak. Di antara persyaratan nyapres adalah :Â
1. Warga Negara Indonesia, Penduduk Pribumi.
2. Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Ngga boleh atheis.
3. Sehat jasmani dan rohani, punya catatan psikologis.
4. Setia pada Pancasila dan UUD 1945, ini mah kudu.
5. Punya kendaraan politik Parpol, bagus lagi Ketua umum partai.
6. Punya pendukung loyal dan tersebar merata di tanah air.Â
7. Punya  visi dan misi menyangkut nasib bangsa dan negara ini.Â
8. Kompeten dan memilikinya pengetahuan luas tentang banyak  hal terutama ekonomi, hubungan internasional terkait politik bebas aktif dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Â
9. Wajib mampu berbahasa Inggris dengan baik, syukur2 bahasa asing lainnya.
10. Menjunjung profesionalisme, menyatakan kesanggupan mundur atau mengundurkan diri jika tidak mampu (Kontrak Politik).
11. Mengedepankan kepentingan masyarakat banyak daripada kepentingan kelompok atau golongan,Â
12. Road show ke seluruh wilayah Nusantara.Biar ngga beli seperti Kucing dalam karung.
13. Daya Inovasi dan kreativitas tinggi hadapi persaingan antar bangsa.
14. Berani menerima tantangan debat terbuka pada tataran praktis dan manajemen pemerintahan.
15. Tak boleh pakai influenzer, Buzzer  dan bungkam media.Â
16. Wajib hancurkan polarisasi yg ada di masyarakat efek  2014 lalu.
17. Tidak boleh menghalalkan segala cara utk meraih sesuatu.
18. Humoris kerakyatan, serius tapi santai.
19. Mengumumkan nama-nama tim sukses serta program-programnya
20. Bersedia selalu berkantor di ibukota tiap2 pulau/Provinsi.
21. Pidato di depan masyarakat Indonesia diliput oleh media elektronik dan media massa perihal garis2-besar haluan negara.
22. Tidak menggunakan"kekuatan" negara untuk membungkam rakyat.
23. Hilangkan KKN alias Korupsi Kolusi dan Nepotisme).Â
24. Punya dana  kampanye sendiri bukan hasil dana "kloning" dari manapun.
25. Tidak terkait kakek nenek PKI, sebagai organisasi terlarang.
26. Di sumpah dan menjalankan isi sumpah Presiden. Impeachment menanti.
27. Cukup sekali menjadi presiden jika terpilih.
28. Â Tidak nuntut ini itu bila dilengserkan
29. Jika melanggar apa yg di sebutkan sekian poin maka gugurlah sebagai Nyapres. Mau siapapun calonnya sipil atau militer.
30. Siap dikritik lahir dan bathin oleh siapa pun.
31. IQ tinggi.Â
Jika  awal niat Nyapres hindari  jualan kontradiktif. Merasa sebagai anak muda yg punya hak menjadi penentu kelangsungan bangsa melalui Nyapres. Lalu dipikir terbalik generasi tua, kaum senioritas diminta mengalah. Minta jalan bagi anak muda didahulukan nyapres. Golongan seniuor diminta untuk manjadi Begawan Politik, Negarawan tanpa power.Â
Sebaliknya anak muda itu memang boleh punya ambisi, cita-cita setinggi langit, power full, berpikir simpel dan efisien serta confidence. Meskipun demikian bukan berarti jalan mulus tiket Nyapres mudah di dapat. Mulailah bekerja dari hal-hal kecil dalam lingkup kepartaiannya. Ada waktu untuk gedein, populerkan PSI. Bikin PSI beda dengan parpol senior bukan sekedar partai kumpulan anak muda yang copas dengan partai lain  visi, misi dan tujuan partainya.
Cuti start Nyapres tahun 2024 padahal pilpres masih 4 tahun lagi  sah saja, ngga ada larangan. langkah baik sebenarnya bagus utk testcase reaksi publik. Terlepas apakah publik bakal menerima, menolak atau masa bodo penyapresannya.. Namun, gaya orang muda yang buru-buru, serba nafsu justru itu bagian kelemahannya.Â
Orang bertanya  kok berani banget publish nyapres saat kondisi era Pandemik Corona Disease-19 masih jadi momok menakutkan  semua orang. Sepertinya "aneh" masyarakat hanya kaget dengar Giring nyapres.Â
Di awal publik sempat bereaksi di Twitter dan Kompasiana ikutan juga. sKu pikir setelah itu publik akan datar saja reaksinya. Strategi menyapa Presiden Jokowi sebenarnya hanya menumpang popularitas  gratis media massa yang biasa mangkal di Istana. Bayangkan kalau bukan  dari partai pendukung partai pemerintah mana mungkin presiden mau menerima kunjungan Giring.Â
Mengabaikan  golongan politikus senior (tua, setengah tua) bukan urusan mudah. Mereka para Ketua Umum parpol juga punya ambisi Nyapres. Meski begitu karena pengalaman jam terbang berpolitik cukup tinggi mereka masih menahan diri. Pengalaman asam garam berpolitik juga jangan di anggap angin lalu. Partai-partai yang lahir terdahulu sarat dengan sejarah dan romantisme. Sejarah parpol tidak bisa dibentuk instan. dengan apa dan cara bagaimana pun.
Sudikah  mereka akan mudah memberikan kesempatan Nyapres pada partai bau kencur, partai yang perwakilan di DPR RI tidak ada. Ikhlas kah para petinggi senior politikus bergandeng tangan dengan calon yang bukan Punya darah "biru" perpolitikan di Indonesia. Ojo lali, Partai-partai lama punya organisasi sayap pemuda juga yg merangkul anak-anak muda dan di gawangi oleh kaum muda yang berafiliasi dengan Parpol induk. Artinya kalau PSI Klaim sebagai partai anak muda.Â
Maka partai lama non PSI pun siap dengan anak-anak mudanya. Baik itu parpol yg berbasis nasionalisme dan  partai berbasis kultur keagamaan. Tantangan Giring Ganesha ngga mudah. Kalkulasi keikutsertaan dalam Nyapres bukan hal cuma pasang spanduk gede di pinggir jalan urusan selesai.Â
Berpolitik butuh keniscayaan. Dalam sejarah presiden atau Kepala pemerintah dunia ada banyak dapat kita petik sebagai barometer. Kalau di AS punya klan Kennedy, di Kanada PM Justin Trudeau usia 48 tahun dari partai Liberal, di Selandia baru ada PM  Jacindra  Ardern usia 40 tahun dari Partai Buruh. PM Finlandia  Sanna marin usia 34  dari partai Demokrat Sosial.  Tak ada salahnya Giring belajar pada mereka apa dan bagaimana strategi yg mereka kerjakan sehingga mampu menjadi pemenang pemilu dinegara masing-masing.
KANS GIRING
Urungkan niat Nyapres, nyapres laksana masuk ke hutan belantara. Tanpa tahu ke arah mana akan melangkah itu akan sangat berbahaya. Jangan2 malah  jadi korban atau dikorbankan atas ambisius diri. Ukurlah kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan diri sebelum masuk gelanggang nyapres.Â
Baik mengukur atas diri sendiri maupun dengan  orang lain. Pakailah baju dengan ukuran badan sendiri, jangan pakai baju ukran orang lain nanti terlalu sempit atau gombrang. Modal tekad bulat, kejujuran dan kedermawanan baru sekian syarat dan tak bisa menjadi  ukuran. Kondisi perpolitikan di tanah air masih jauh dari ideal. Kalaupun punya "bargaining position" (posisi tawar menawar) tetap saja ada telikung menelikung.
Menurut analisa Boleh nyapres bila terbukti mampu meyakinkan masyarakat Indonesia yang multikultural ini. Sekedar bertanya "Apa yang sudah anda perbuat untuk Bangsa ini selain bermusik ? bagaimana jika ada capres lain yang mengklaim sebagai kandidat yang lebih baik daripada diri anda.Â
Dan beranikah jika kemudian berbeda pendapat dengan pemerintahan sekarang ? Berbeda pendapat dengan kelompok bukan bagian dari pemerintahan sekarang?" Kontribusi anda nyapres setidak terlihat di bidang sosial dan kemasyarakatan, atau gagasan kerakyatan. Pernyataan anda tentang kesulitan masyarakat saja hadapi Pandemik Covid-19 belum ada. Apa dan bagaimana solusi terbaik. Padahal Ini timing tepat untuk Anda melakukan pembuktian  PSI pada khalayak banyak.
PENUTUP
Sekali lagi bahwa Peluang dan kesempatan semua warga negara Indonesia punya peluang jadi Presiden RI. Namun kesempatan itu bukanlah sesuatu yang tanpa kerja keras, adu strategi, kematangan merebut kesempatan, dan poluaritas. Peluang nyapres saja sudah suatu prestasi. Apakah kelak terpilih atau tidak. Tradisi perpolitikan kita sulit di tebak. Bisa ngetan, ngulon, ngidul atau lor. Begitu juga dengan suasana kebatinan para calon yg bakalan nyapres.Â
Ada deal-deal politik lewat pintu belakang. Saling Jatuh menjatuhkan,  sikut menyikut, dukung mendukung  siapa capres ideal.  Hal Itu bagian terpenting dan amat dramatis sepanjang kita ketahui. Jika Giring punya 30  persyaratan  tertulis di atas maka haqqul yakin smaka peluang nyapres anda mulus.Â
Historia bangsa ini selalu mencatat tak pernah ada calon presiden yang menjabat dari kalangan muda. Tanpa jelas sumbangsih pada negara. Pemilih selalu percaya bahwa akan sampai suatu waktu pemimpin yang mumpuni bak Ratu Adil bakal datang. Wahai dik Giring  masih ada waktu, tempat dan posisi  untuk mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia. Tak selalu harus jadi Presiden.  Wallahu'alam bis'sawab. (26/08/2020)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI