Mohon tunggu...
Sudiono
Sudiono Mohon Tunggu... Lainnya - I Owner Vpareto Travel Indonesia I Konsultan Ausbildung I https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NEWVPARETOTOURNTRAVEL.android&pli=1

Pemerhati Masyarakat, Field study : Lychee des metiers des sciences et de I'industrie Robert Schuman, Le Havre (2013). Echange France-Indonesie visite d'etudes des provisieur - Scolaire Descrates Maupassant Lychee de Fecamp. Lycee Louis Modeste Leroy, Evreux (2014), Lycee Professional Jean Rostand, Rouen (2014), Asean Culinary Academy, Kuala Lumpur (2012). Departement of Skills Development Ministry of Human Resources Malaysia (2013). Seoul Technical High School (STHS) 2012. Jeju Self Governing School (2012), Assesor BNSP Marketting (2016), Assesor Akreditasi S/M (2015), Pelatihan CEC Coach Wiranesia (2022), pemilik Vpareto travel Indonesia,

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Giring Nyapres 2024? Ini 31 Persyaratan Sanggup?

26 Agustus 2020   11:13 Diperbarui: 26 Agustus 2020   11:17 170
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
KPU (Dok Pribadi Sudiono)

31. IQ tinggi. 

Jika  awal niat Nyapres hindari  jualan kontradiktif. Merasa sebagai anak muda yg punya hak menjadi penentu kelangsungan bangsa melalui Nyapres. Lalu dipikir terbalik generasi tua, kaum senioritas diminta mengalah. Minta jalan bagi anak muda didahulukan nyapres. Golongan seniuor diminta untuk manjadi Begawan Politik, Negarawan tanpa power. 

Sebaliknya  anak muda itu memang boleh punya ambisi, cita-cita setinggi langit, power full, berpikir simpel dan efisien serta confidence. Meskipun demikian bukan berarti jalan mulus tiket Nyapres mudah di dapat. Mulailah bekerja dari hal-hal kecil dalam lingkup kepartaiannya. Ada waktu untuk gedein, populerkan PSI. Bikin PSI beda dengan parpol senior bukan sekedar partai kumpulan anak muda yang copas dengan partai lain  visi, misi dan tujuan partainya.

Cuti start Nyapres tahun 2024 padahal pilpres masih 4 tahun lagi  sah saja, ngga ada larangan. langkah baik sebenarnya bagus utk testcase reaksi publik. Terlepas apakah publik bakal menerima, menolak atau masa bodo penyapresannya.. Namun, gaya orang muda yang buru-buru, serba nafsu justru itu bagian kelemahannya. 

Orang bertanya  kok berani banget publish nyapres saat kondisi era Pandemik Corona Disease-19 masih jadi momok menakutkan  semua orang. Sepertinya "aneh" masyarakat hanya kaget dengar Giring nyapres. 

Di awal publik sempat bereaksi di Twitter dan Kompasiana ikutan juga. sKu pikir setelah itu publik akan datar saja reaksinya. Strategi menyapa Presiden Jokowi sebenarnya hanya menumpang popularitas  gratis media massa yang biasa mangkal di Istana. Bayangkan kalau bukan  dari partai pendukung partai pemerintah mana mungkin presiden mau menerima kunjungan Giring. 

Mengabaikan  golongan politikus senior (tua, setengah tua) bukan urusan mudah. Mereka para Ketua Umum parpol juga punya ambisi Nyapres. Meski begitu karena pengalaman jam terbang berpolitik cukup tinggi mereka masih menahan diri. Pengalaman asam garam berpolitik juga jangan di anggap angin lalu. Partai-partai yang lahir terdahulu sarat dengan sejarah dan romantisme. Sejarah parpol tidak bisa dibentuk instan. dengan apa dan cara bagaimana pun.

Sudikah  mereka akan mudah memberikan kesempatan Nyapres pada partai bau kencur, partai yang perwakilan di DPR RI tidak ada. Ikhlas kah para petinggi senior politikus bergandeng tangan dengan calon yang bukan Punya darah "biru" perpolitikan di Indonesia. Ojo lali, Partai-partai lama punya organisasi sayap pemuda juga yg merangkul anak-anak muda dan di gawangi oleh kaum muda yang berafiliasi dengan Parpol induk. Artinya kalau PSI Klaim sebagai partai anak muda. 

Maka partai lama non PSI pun siap dengan anak-anak mudanya. Baik itu parpol yg berbasis nasionalisme dan  partai berbasis kultur keagamaan. Tantangan Giring Ganesha ngga mudah. Kalkulasi keikutsertaan dalam Nyapres bukan hal cuma pasang spanduk gede di pinggir jalan urusan selesai. 

Berpolitik butuh keniscayaan. Dalam sejarah presiden atau Kepala pemerintah dunia ada banyak dapat kita petik sebagai barometer. Kalau di AS punya klan Kennedy, di Kanada PM Justin Trudeau usia 48 tahun dari partai Liberal, di Selandia baru ada PM  Jacindra  Ardern usia 40 tahun dari Partai Buruh. PM Finlandia  Sanna marin usia 34  dari partai Demokrat Sosial.  Tak ada salahnya Giring belajar pada mereka apa dan bagaimana strategi yg mereka kerjakan sehingga mampu menjadi pemenang pemilu dinegara masing-masing.

KANS GIRING

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun