Bagaimana pun ibu tetaplah ibuku. Orang yang telah mengandungku selama 9 bulan lamanya, Â dan orang yang merawatku meski akhirnya ia tinggalkan.
Setidaknya sekarang aku mampu mengingat moment indah bersama ibu yang dulu sempat tertutupi oleh rasa marah dan benci. Ternyata ibu pernah memanggilku dengan sebutan sayang, meskipun itu saat aku kelas 2 SD.
Dan ibu adalah orang yang rela tidak makan sepotong ayam goreng karena ibu tahu aku begitu menyukai ayam goreng.
Sekarang aku menyadari, tak ada ibu yang benar-benar bisa meninggalkan dan melupakan anaknya. Â Dan sebenernya tak ada sosok orang tua yang sempurna, setiap orang tua selalu mencoba melakukan yang terbaik untuk anaknya, terlebih seorang ibu meski kadang tanpa sadar hal itu membuat lubang di hati sang anak.
Pun sebaliknya, sebenci apapun anak terhadap ibu tapi jauh di lubuk hatinya tetap ada ruang yang tidak akan pernah bisa tergantikan oleh siapa pun dan apapun.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI