Oleh: Sri Wahyuningsih S.Pd
(Mahasiswa Pasca Sarjana Menajemen Pendidikan Islam IAIN Batusangkar)
Pandemi virus corona, awalnya menjangkit di negara asalnya yaitu Wuhan, yang kemudian menyebar hingga ke negara belahan dunia dengan sangat cepat salah satunya Indonesia. Hingga saat ini jumlah kasus terinfeksi dan kematian manusia olehi virus corona ini dilaporkan masih tinggi di Indonesia.Â
Perekonomian jatuh secara global, Pendidikan pun ikut terkena dampaknya. Â UNESCO mengatakan, hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan terancam hak-hak pendidikannya di masa depan.
Demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona, sekolah -- sekolah diliburkan, siswa diminta belajar dari rumah dengan basis online. Dimana sebelumnya mereka berkumpul dan berinteraksi dengan teman dan guru di sekolah. Siap tidak siap, siswa, guru dan orangtua harus ikut terlibat dengan pembelajaran berbasis online.Â
Setiap komponen sekolah mempersiapkan segala hal dalam menjalani system pembelajaran jarak jauh ini. Guru dan siswa dituntut mampu menggunakan media berbasis online sebagai media pembelajaran.Â
Tentu tidak dapat dipungkiri banyak kendala dan benturan-benturan yang di temukan oleh guru, siswa dan orangtua dalam menjalaninya. Namun muncul wacana yang mengatakan bahwa saat masa pandemi ini selesai pembelajaran jarak jauh akan dipermanenkan.
Dikutip dari harian Kompas Kompas.com, Kamis (3/7/2020). Â Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan, pembelajaran jarak jauh bisa diterapkan permanen setelah pandemi Covid-19 selesai. Ia menyebutkan, pemanfaatan teknologi memberi kesempatan kepada sekolah melakukan berbagai modeling kegiatan belajar.Â
" Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR.
Apabila ditinjau dari makna perencanaan itu sendiri, perencanaan menurut Terry (Majid 2006) menyatakan bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk dapat mencapai tujuan yang telah digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan keputusan. Â
Sementara itu Pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar. Jadi perencanaan pembelajaran merupakan keputusan yang di ambil oleh guru dalam memberi bimbingan dan mengarahkan peserta didik dalam mendapatkan pengalaman belajar.
Perencanaan pembelajaran disusun dengan prinsip-prinsip perencanaan. Seperti yang dikemukakan oleh Sagala (Hermawan 2007), prinsip-prinsip perencanaan meliputi:
Menetapkan apa yang mau dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam implementasi pembelajaran.
Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui prosess penentuan target pembelajaran.
Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
Mengumpulkan dan menganalisis iniformasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Mempersiapkan dan mengkomunikassikan rencana-rencana daan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaaran kepada pihak yang berkepentingan.
Jika prinsip-prinsip itu terpenuhi, secara teoretik perencanaan pembelajaran itu akan memberi penegasan untuk mencapai tujuan sesuai skenario yang sudah disusun.
Bila kita sesuaikan dengan kondisi yang ada sekarang , dimana perencanaan pembelajaran disusun dengan mengandalkan media informasi, seperti media social, televisi, dan internet.Â
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam Menyusun perencanaan pembelajaran. Peserta didik usia sekolah dasar tentunya membutuhkan pendampingan orangtua dalam menjalani perencanaan pembelajaran yang datang dari guru.Â
Namun Perencanaan pembelajaran jarak jauh yang sudah disusun sekolah berdasarkan kurikulum yang berlaku cenderung memberi beban bagi orang tua siswa sekolah dasar.
Seperti yang kita ketahui, usia anak sekolah dasar adalah usia yang masih sangat dekat dengan bermain. Tanpa pendampingan orangtua, anak usia sekolah dasar cenderung akan malas menjalani pembelajaran jarak jauh.Â
Dan hal ini menjadi beban tersendiri bagi orangtua. Dimana tanggungjawab  menjalani pembelajaran jarak jauh berbenturan dengan tanggungjawab yang lainnya.
Selain itu, tugas yang dibebankan kepada siswa sekolah dasar cenderung bertubi tubi dari semua mata pelajaran yang ada. Dan fakta yang terjadi sebenarnya adalah anak anak hanya menuliskan saja jawaban yang telah di cari oleh orang tua. Dikarenakan orangtua mempunyai tanggung jawab lain yang harus dikerjakan. Tentu saja hal ini menjadi tidak efektif bagi keberlangsungan perencanaan pembelajaran jarak jauh.
Banyak orangtua yang mengeluhkan tugas anak- anak mereka. Kebanyakan orangtua mengeluhkan banyaknya tugas yang diberikan oleh guru. Dan Sebagian lagi mengeluhkan anak mereka cenderung lebih malas dan kehilangan motyivasi belajar selama menjalani pembelajaran jarak jauh. Tidak sedikit orang tua siswa sekolah dasar yang memiliki latar belakang orang tua pekerja.Â
Selain itu tidak sedikit pula orangtua siswa memiliki anak usia sekolah dasar lebih dari 1 orang dalam satu rumah tangga. Semua hal itu merupakan kendala terberat bagi orang tua dalam menjalani pembelajaran jarak jauh yang mau tidak mau, siap tidak siap harus di hadapi selama masa covid berlangsung. Terlebih bila wacana pemerintah tentang pembelajaran jarak jauh yang akan di permanenkan.
Namun hal ini sebenarnya merupakan tantangan besar bagi sekolah dan guru dalam Menyusun perencanaan Pembelajaran jarak jauh. Karena untuk tercapainya tujuan sebuah Pendidikan dibutuhkan semangat dan motivasi dalam menjalaninya.Â
Bagaimana sekolah dan guru Menyusun program dan perencanaan pembelajaran yang mampu memotivasi siswa dan orangtua khususnya siswa sekolah dasar untuk tetap ikut dan antusias dalam menjalani pembelajaran jarak jauh.
Dalam hal memberikan tugas belajar, guru semestinya bisa sedikit memberi ruang berfikir untuk siswa. Pemberian tugas yang lebih kreatif dan lebih sedikit yang juga melibatkan orangtua sebagai sebagai media pembelajarannya.Â
Hal ini tentu akan menjadi menarik bagi siswa dalam mengerjakan tugasnya, karena membutuhkan Kerjasama antara siswa dan orang tua. Usia siswa sekolah dasar pada umumnya sangat menyukai hal-hal yang mengarah pada kreatifitas terlebih melibatkan orang tua di dalamnya.Â
Disinilah tantangan besar bagi guru dalam Menyusun perencanaan pembelajaran yang menggabungkan kreatifitas anak dan orangtua dan menyusunnya berdasarkan kurikulum yang ada.
Salah satu yang bagian dari perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru adalah home visit. Beberapa sekolah menerapkan system Home Visit sebagai salah satu ,bagian dari perencanaan pembelajaran. sebagai solusi alternatif dalam mengatasi persoalan-persoalan siswa pada pembelajaran jarak jauh.Â
Home visit dilakukan kepada siswa yang dipilih dengan beberapa factor yang dianggap perlu dan butuh untuk di motivasi. Â Dengan home visit, guru dapat memotivasi orangtua untuk ikut terlibat mendampingi siswa sekolah dasar dalam menjalani dan mengerjakan tugas pada pembelajaran jarak jauh. Selain itu, guru dapat menerima keluhan-keluhan yang dialami orangtua saat menjalani pembelajaran jarak jauh. Selain kepada orangtua, home visit memiliki manfaat bagi siswa.
Guru dapat melakukan tatap muka langsung dengan siswa tentunya dengan protocol Kesehatan yang di anjurkan pemerintah. Kemudian memotivasi siswa untuk terus semangat menjalani kegiatan belajar jarak jauh.Â
Menurut Rimbarizki (2017) Motivasi belajar yang rendah dapat menimbulkan dampak negatif bagi siswa, Motivasi belajar yang rendah dapat menyebabkan rendahnya keberhasilan dalam belajar sehingga akan merendahkan prestasi belajar siswa.Â
Dengan adanya home visit sebagai bagian dari perencanaan pembelajaran yang disusun sebagai solusi alternatif bagi guru untuk mendengarkan keluhan dan memotivasi minat belajar siswa menghadapi masa pembelajaran jarak jauh.
Selain home visit secara individu, salah satu solusi alternatif belajar jarak jauh adalah home visit kelompok siswa. Home visit  ini dilakukan dengan membentuk kelompok belajar, dengan anggota kelompok maksimal 6 anak. Setiap kelompok belajar 120 menit. Sebelum pembelajaran dimulai, 15 menit sebelumnya, siswa sudah hadir di titik kumpul.Â
Dan siswa dihimbau mengikuti protocol Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Dalam hal ini diharapkan guru mapel ikut mendampingi secara langsung dan dilakukan bergantian dengan kelompok siswa lainnya. Dengan begitu dapat sedikit memberi ruang lega bagi orang tua mendampingi anak menjalani pembelajaran jarak jauh.
Dengan banyaknya kendala dan benturan yang dirasakan baik oleh guru, siswa dan orangtua dalam menjalani pembelajaran jarak jauh, seyogianya menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, khususnya kemendikbud dalam hal mempermanenkan pembelajaran jarak jauh.Â
Mengingat di Indonesia masih banyak sekali daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau aliran listrik, sehingga akan sangat sulit sekali mengakses internet. Seharusnya pemerataan Pendidikan yang layak merupakan PR utama bagi pemerintah dalam membenahi popendidikan di Indonesia.
Dari uraian diatas, bisa kita simpulkan bahwa guru merupakan tonggak utama dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Guru dituntut kreatif dalam Menyusun perencanaan pembelajaran yang mampu memberi solusi dan alternatif bagi setiap permasalahan yang dialami oleh siswa dan orangtua khususnya siswa sekolah dasar dalam menjalani pembelajaran jarak jauh.Â
Selain berpatok pada kurikulum yang ada, guru dituntut menselaraskan dengan kondisi dan situasi yang terjadi saat ini dengan kreatif. Semoga pandemic ini cepat berlalu dan keadaan dunia Pendidikan kita Kembali normal. Dan guru-guru kita diberi kesabaran dan kekuatan dalam Menyusun perencanaan pembelajaran yang baik dalam menjalani tugas mencerdaskan anak bangsa.
Sumber Bacaan
 Majid, Abdul. (2006). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Hernawan, H A dkk. (2007). Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Upi Press
Rimbarizki, R. (2017). Penerapan Pembelajaran Daring Kombinasi Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Paket C Vokasi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pioneer Karanganyar. J+ PLUS UNESA, 6(2).
https://p3gtk.kemdikbud.go.id/
https://jateng.antaranews.com/
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI