Mohon tunggu...
Agus Priyanto
Agus Priyanto Mohon Tunggu... Freelancer - sodarasetara

----

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kerinduan Pidi Baiq dan Rizal Ramli, Akhirnya Berbalas

4 Maret 2018   20:49 Diperbarui: 4 Maret 2018   20:57 823
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto | FB: Rizal Ramli

Hampir satu setengah jam, obrolan mereka berdua di teras markas The Panas Dalam pada Minggu (4 Maret 2018) itu dipenuhi obrolan kocak yang mengocok perut. Meskipun begitu, obrolan Pidi dan Rizal Ramli sesungguhnya juga mewakili perasaan kita dalam mengungkapkan hal yang berat menjadi ringan. Misalnya saja, menurut Pidi Baiq, Nasionalisme itu kalau tidak ada nasi, maka menjadi onalisme. Atau tentang bagaimana kita harus berlaku adil terhadap rakyat.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Pidi mengungkapkan, mengutip novel Dilan, "Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia marah. Tapi datanglah untuk membuat perempuan senang, sudah pasti mau".

"ke rakyat juga sama. Jangan datang ke rakyat untuk membuat dia marah, tapi datanglah untuk membuat dia senang", lanjut kata Pidi Baiq dalam obrolan bersama Rizal Ramli.

Kemudian Pidi Baiq memberikan menunjukkan sebuh buku kumpulan quotes-nya yang diberi judul Asbunayah 1972-2098. Ternyata, buku itu berisi tentang kutipan kalimat-kalimat Pidi Baiq yang selama ini kita dengarkan. Termasuk diantaranya adalah kutipan yang ada dalam film Dilan 1990, "Jangan rindu. Berat. Kau gak akan kuat. Biar aku aja"

Rizal Ramli yang langsung baca 'blurb' atau tampilan pada cover belakang buku Asbunayah 1972-2098 itu, awalnya cukup serius. "Ini benar Pidi," ungkap Rizal Ramli.

"Di Sekolah, mendapat pelajaran dulu, baru ujian. Kalau di kehidupaan ujian, dulu, baru mendapat pelajaran," baca Rizal Ramli dari cover belakang buku tersebut

Namun belakangan, ia tertawa lepas. Bagaimana tidak, yang ia baca adalah "Mengapa istri itu harus bisa masak? Ini kan Rumah Tangga, bukan Rumah Makan?". Mereka berdua tertawa lagi...

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
"Pidi ini orangnya asyik, penuh tawa. Ini disebut counter-logic, counter-culture, countre kemapanan. Ini adalah a new cultural trend setter, karena dari proses benturan antara kemapanan dengan counter kemapapanan ini, nanti ujungnya adalah untuk mencari sistesis baru, sebagai hal yang baru", ungkap Rizal Ramli tentang Pidi Baiq.

"Kalau harus berpikir sama dengan masyarakat, kenapa saya harus berpikir", balas Pidi yang mengundang gelak tawa orang-orang yang ikut serta dalam obrolan di teras The Panas Dalam siang itu.

Akhirnya,

"Selamat hari ini. Tetap semangat. Kita sedang berurusan dengan harapan. Saya senang mengatakannya"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun