“Iya Nat. Met ultah ya.”
Sehabis latihan drama, kami berdua pun pergi ke sebuah gerai kopi di kawasan Jakarta Selatan. Kami berdua lalu mencari tempat duduk dan memilih tempat yang nyaman untuk berbincang.
“Aku cinta kepadamu”
“Aku juga. Kau bagai panah yang telah menusuk jantung hatiku.” Senyum Natalia tampak merekah dengan indahnya
“Tapi aku benar benar cinta kepadamu.” ujarku.
“Bas kayaknya kamu salah naskah. Harusnya kamu ngomong aku jatuh cinta kepadamu sejak pandangan pertama, Vero.”
“Iya tapi aku benar benar jatuh cinta kepadamu sejak pandangan pertama.”
“Ha ha ha. Ekspresimu bagus sekali. Besok pas pentas kamu harus bisa seperti itu.”
“Nat …”
“iya.” Balasnya sambil menyeruput kopi yang telah dipesan dari barista.
“Boleh aku jujur?”