Jauh dari perkotaan, jauh dari bising kendaraan, jauh dari segalanya. Ada sebuah taman memanggil namaku.
Tak ada seorangpun disini. Hanya aku seorang diri bersama kawanan burung melalui pohon-pohon yang rindang sampai cakrawala.
Inilah waktu yang kuhabiskan setiap hari dalam seminggu terakhir.
Pada suatu hari, ketika aku sedang membaca buku di taman. Ada seorang gadis kecil mencari sesuatu dibalik semak-semak.
“Popo! Dimana kamu?”
Itu adalah nama boneka beruang berwarna coklat yang hilang entah kemana.
Bersama-sama, kita mencari boneka itu sepanjang hari. Sayangnya tak berhasil menemukan Popo.
Menjelang sore aku meminta si gadis itu segera pulang dan mencari bonekanya lagi besok.
Tidak tahu kenapa ada rasa ingin menolong dia. Kalimat itu terselip begitu saja di lidahku.
Dari kejauhan, gadis itu tersenyum melambaikan tangan “namaku Leah, besok kita bertemu lagi disini.”