Stop using my name for your fame!
Lalu ini menjadi kalimat nomor wahid para selebritis ini untuk menjawab tudingan netizen. Memang popularitasnya selalu memenangkan tuduhan ini. Dengan pengikut ratusan ribu atau bahkan jutaan, maka sebanyak itu pula yang akan menyerang lawan sang idola. Di lain titik, para fansnya ini malah turut menutupi keburukan sang idola.
Tuduhan 'panjat sosial' ini sebenarnya secara tidak langsung adalah bukti ketidaknyamanan atau insecurity si seleb terhadap situasi yang tengah dialaminya. Karena terlalu memuja popularitasnya, maka apapun yang mengancam akan berdalih dengan tuduhan panjat sosial. Percaya atau tidak, mudahnya seseorang memberikan tuduhan ini menandakan ego yang juga sangat tinggi.
Rasa percaya diri yang terlalu berlebihan membuatnya merasa yang paling benar dan layak diikuti. Terlalu memuja diri sendiri pada ujungnya akan menghancurkan diri sendiri ketika tidak mendapat hasil yang dinginkan. Karena influencer sejati tak akan takut dengan kritikan apapun selama berdiri di sisi yang benar.
Popularitas yang diraih dengan niatan baik pula tak akan mudah hilang dan digantikan segala yang instan. Influencer yang berkualitas tak akan ketakutan dengan munculnya para pemain baru yang terkenal walau harus dengan cara yang tidak benar.
Maka jangan terlalu mudah menuduh orang 'panjat sosial'!
Karena akan menguak dua sisi, anda benar dimanfaatkan atau Anda telalu takut 'turun sosial' karena menyimpan kesalahan yang seharusnya tidak terungkap. Jadi, selalu bijaksana bersosialisasi dan tetap mengingat bahwa tanpa pengikut di sosial media apa masih  bisa berdiri di titik yang sekarang ini? Be wise!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI