Ditemukan kecocokan antara implementasi siswa dengan staff sekolah yang menunjang berfikir positif bagi siswa dengan metode peer teaching. Tetapi, siswa juga menekankan kesulitan pada metode ini dan ada kemungkinan bahwa metode ini mengalami perubahan untuk melestarikan manfaatnya dan mengatasi tantangan yang di antisipasi siswa.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa peer teaching atau tutor sebaya ialah model pembelajaran yang memungkinkan siswa saling memberi pengetahuan kepada sesama rekannya atau mengajar temannya sehingga metode pembelajarannya dapat dikatakan berpusat pada peserta didik.Â
Hal terpenting dari metode pembelajaran ini ialah mampu meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran, meningkatkan interaksi sosial siswa dalam pembelajaran, melatih siswa untuk mengajar teman-temannya, dan melatih keterampilan komunikasi siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Gal, A., & Fallik, O. (2021). Learn from Each Other: A Peer-Teaching Model. Interdisciplinary Journal of Environmental and Science Education, 17(3), e2242.
KAVANOZ, S., & YKSEL, H. G. (2010). An investigation of peer-teaching technique in student teacher development. The International Journal of Research in Teacher Education, 1(3), 10-19.
Langelotz, L. (2013). Teachers' peer group mentoring--Nine steps to heaven?. Education Inquiry, 4(2), 375-394.
Lim, L. L. (2014). A case study on peer-teaching. Open Journal of Social Sciences, 2(8), 35-40.
Marc Campolo, P. T., Maritz, C. A., Gregory Thielman, P. T., & Lora Packel, M. S. (2013). An evaluation of peer teaching across the curriculum: student perspectives. International Journal of Therapies and Rehabilitation Research, 2(1), 1.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H