Sementara itu, institusi pendidikan dapat berperan dengan memasukkan literasi digital sebagai bagian dari kurikulum, sehingga generasi muda memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan dunia digital.
Digital gap adalah tantangan besar yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Teknologi seharusnya menjadi alat yang mempermudah hidup manusia, bukan menciptakan jurang yang semakin dalam di masyarakat. Dengan akses yang merata dan literasi digital yang meningkat, semua orang dapat merasakan manfaat teknologi secara adil dan bijaksana.Â
Selain itu, mempersempit kesenjangan digital juga berarti menciptakan peluang yang lebih setara bagi semua individu, tidak peduli di mana mereka tinggal atau apa latar belakang sosial ekonominya. Dengan upaya yang konsisten, digital gap dapat diatasi sehingga teknologi benar-benar menjadi alat pemersatu dan bukan pemisah.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H