" Jangan- jangan nanti mesti ada status baru, 'yang, " komentar Dee jahil saat dia bercerita pada Kuti tentang data yang bocor itu. " Bukan hanya terverifikasi atau tidak tapi mesti ditambah dengan 'pernah terverifikasi', he he he. Sebab data yang pernah valid itu kini banyak yang sudah dirubah menjadi data karangan. Scan KTP-pun juga banyak yang konon sudah diganti menjadi gambar kartun. He he. "
" Eh, tadi tau darimana sudah dibereskan? " tanya Dee pada Kuti, sambil membersihkan mulut Nareswari dari sisa- sisa coklat yang diminumnya.
" Ini ada pengumuman, klarifikasi dari admin tentang keamanan data yang terverifikasi, " kata Kuti menunjukkan smartphone-nya pada Dee.
Dee membaca tulisan tersebut.
Tentu saja, dia mengapresiasi fakta bahwa pada akhirnya tindakan koreksi sudah dilakukan. Data terproteksi kembali.
" Tapi bagaimanapun tingkat kepercayaan sudah akan turun, " kata Dee. " Walau ada pengumuman seperti ini, aku rasa yang akan merubah data menjadi data karangan akan tetap banyak. "
Dee menelisik tulisan yang barusan dibacanya. Konon, tautan membuat data terbuka itu sebenarnya ditujukan untuk men-debug salah satu aplikasi versi mobile yang dikembangkan beberapa minggu lalu. Tautan itu seharusnya ditutup sehingga tidak dapat diakses oleh siapapun kecuali aplikasi dan developer. Namun yang terjadi, tautan itu terbuka.
" Waduh, " komentar Dee, " Artinya rumors yang beredar beberapa minggu yang lalu itu benar. "
" Rumors apa? " tanya Kuti pada sang istri.
" Beberapa minggu yang lalu sudah pernah ada yang mengatakan bahwa setiap kali sebuah artikel tayang, data penulisnya akan tayang dan bisa dibuka publik. Beberapa orang sudah mengatakan hal tersebut. "
" Ada tindakan diambil admin saat itu ? "