Mohon tunggu...
Rullysyah
Rullysyah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

Belajar dan Berbagi

Selanjutnya

Tutup

Politik

Mengapa Golkar dan PAN Ogah-ogahan Dukung Ganjar?

2 Mei 2023   04:09 Diperbarui: 2 Mei 2023   04:09 655
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pertama, Popularitas Prabowo sejak awal paling tinggi dari Ganjar maupun Anies.  Prabowo jadi Capres di Pilpres itu sudah sering didengar (sudah akrab di telinga public), dan Prabowo belum punya "Cacat" dalam setiap karier politiknya disamping sangat konsisten dengan partainya.

Kedua, dalam sekian tahun terakhir kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan sangat baik. Public menilai Prabowo cukup berprestasi dan jauh dari kontroversi dalam jabatan tersebut.

Dan yang ketiga, Prabowo adalah alternative terbaik bagi public yang tidak suka dengan PDIP, tidak puas dengan PDIP dan Jokowi akan tetapi tidak cocok juga dengan para pendukung Anies Baswedan yang sering diidentifikasi sebagai kalangan Islam Garis Keras.

Prabowo adalah pilihan tengah atau pilihan terbaik bagi public yang tidak ingin ke Kiri dan tidak ingin ke Kanan. Factor inilah yang bisa membuat Elektabilitas Prabowo bergerak naik.

Di sisi lain kemarin 2 Lembaga Survey yaitu Indikator Politik dan Poltracking juga membuat survey Elektabilitas Capres dengan hasil yang berbeda. Indikator Politik bilang Ganjar tertinggi sementara poltracking bilang Prabowo yang tertinggi. (Lebih masuk akal  hasil survey Poltracking menurut penulis).

Apakah hal itu yang membuat Golkar dan PAN yang menjadi ragu mendukung Ganjar? Bisa jadi.

Tapi sebenarnya menurut penulis, ini semua gara-gara PDIP yang arogan sebelumnya dan mungkin terlihat tidak menghargai Golkar Cs.

Dalam pengamatan penulis, jauh-jauh hari sebelumnya Golkar lewat KIB sepertinya sudah mendekati Megawati dan memintanya menetapkan Ganjar sebagai Capres sekaligus KIB menyodorkan proposal begini begitu bila Ganjar berhasil menang Pilpres 2024.

Tapi Megawati terlihat cuek dan tidak mau perduli dengan segala proposal. Pertama, waktu itu Megawati masih berharap Puan yang akan maju sebagai Capres/ Cawapres PDIP. Dan kedua, Megawati tidak ingin KIB yang mengatur Koalisi PDIP.

Megawati terlihat ingin KIB ngekor saja apapun keputusan Megawati. Dan itu tersirat dari pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristyanto yang 2-3 minggu lalu sempat membuat pernyatan bahwa, PDIP dalam waktu dekat akan  mengumumkan Capres PDIP 2024 dan setelah itu PDIP akan menjadi Bandul Politik tanah air.

Pernyataan Sekjen PDIP itu mungkin oke oke aja buat PPP atau  PSI yang parlemen Tressholdnya  nggak jelas.   Begitu juga untuk PAN (yang sudah bukan dalam kendali Amien Rais) mungkin  manut-manut aja yang penting nanti dapat kursi menteri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun