Mohon tunggu...
rofiatul imaniyah
rofiatul imaniyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - rofiatul imaniyah

Ingin menambah ilmu

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pendekatan Manajamen Berbasis Sekolah dan Pesantren

17 Juni 2021   17:27 Diperbarui: 17 Juni 2021   17:30 99
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

          Sumber daya manusia adalah orang yang terlibat dalam suatu organisasi diberbagai jabatan baik itu jabatan manajer, staf, maupun karyawan yang termasuk seorang pemodal dan seorang investor. Sedangkan sumberdaya manusia yang paling utama dalam organisasi yaitu seorang yang menyumbangkan bakat dan kreativitas dalam organisasi tersebut. Apabila dalam sebuah organisasi mengalami kesulitan maka kesulitan yang sebenarnya ada pada organisasi tersebut. Maka dari itu konsekuensi dari hal ini adalah suatu kegiatan program yang mana tingkat suatu organisasi tersebut ditentukan oleh kualitas kerja.

         Manajemen berbasis sekolah ialah bagian dari basis manajemen pengelolaan sekolah yang mana memberikan otonomi yang besar kepada lembaga serta ikut mendukung pengambilan keputusan bersama dari semua warga sekolah tersebut dan masyarakat di sekitarnya sebagai upaya pengembangan dan peningkatan mutu dari pendidikan. Model manajemen pendidikan ditujukan untuk memberikan kemandirian kepada sekolah/madrasah juga meningkatkan kualitas pendidikan berdasarkan standart kebijakan pendidikan nasional.

        MBS ditetapkan menurut karakter dan kebutuhan satuan lembaga pendidikan. Warga sekolah memiliki hak, kewajiban dan sikap tanggung jawab untuk mengelola sumber daya yang ada di sekolah, yang berguna untuk mengatasi masalah dan menjadikan sekolah menjadi efektif dan terus berkembang dalam jangka waktu yang lama. Dalam hal ini MBS ditujukan untuk terus meningkatkan otonomi satuan lembaga pendidikan.

     Kewenangan dari madrasah juga berperan penting untuk menampung konsensus umum yang dapat diyakini bahwa seharusnya keputusan itu dibuat orang-orang yang punya akses terbaik disekitar. Juga yang bisa bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan. Kewenangan yang bertumpu di skolah adalah inti dari Manajemen Berbasis Sekolah yang mempunyai tingkat efektivitas tinggi dan bisa memberikan keuntungan-keuntungan sebagaimana berikut:

1.Kebijakan atau kewenangan sekolah dapat berpengaruh kepada siswa, wali murid, dan tenaga pendidik.

2.Mempunyai tujuan sebagaimana dalam memanfaatkan sumber daya lokal.

3.Dapat Efektif ketika melaksanakan pembinaan siswa contohnya hasil belajar, moral pendidik, iklim sekolah , tingkat pengulangan, kehadiran, dan tingkat putus sekolah.

4.Terdapat perhatian dalam menentukan sebuah keputusan, mengelola sekolah, memberdayakan tenaga pendidik, dan perubahan perencanaan.

    Konsep manajemen berbasis sekolah pada hakikatnya adalah meningkatkan sebuah otonomi sekolah, bantuan warga sekolah dan masyarakat dalam melakukan penyelenggaraan sekolah dan peningkatan mengelola sumber daya sekolah. esensinaya adalah penigkatan otonomi sekolah, dalam hal ini membawa konsekuensi bahwa pelaksanaan manajemen berbasis sekolah sudah sepantasnya menerapkan pendekatan idiografik (membolehkan melakukan berbagai cara pelaksanaan manajemen berbasis sekolah.

        Untuk meningkatkan suatu mutu pendidikan yang berbasis sekolah dapat dilakukan dengan cara bekerja sama dengan masyarakat dan wali murid, apabila keadaan seimbang dengan pengelolaan sekolah dan kelas, maka untuk meningkatkan profesional tenaga pengajar dan pemimpin lebih mudah. Sedangkan manajemen berbasis sekolah (MBS) sendiri adalah suatu lembaga pendidikan yang diberikan suatu keleluasaan dalam melakukan pengambilan keputusan sehingga dalam pengambilan keputusan dapat dilakukan secara musyawarah antar pihak sekolah saja yang meliputi guru, kepala sekolah, dan wali murid. Dengan adanya beberapa definisi tentang manajemen berbasis sekolah (MBS) dapat disimpulkan bahwasanya pemerintah menginginkan suatu sistem pendidikan didaerah dilakukan secara mandiri saja yang mana didalamnya hanya melibatkan beberapa orang yang ada dalam lingkungan sekolah tersebut.

       Manajemen berbasis pesantren harus terus dilakukan, untuk menghasilkan lulusan yang unggul, berkualitas ini harus diimbangi dengan pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensi yang universal luas, adanya proses pembelajaran yang interaktif saling memberi pendapat ide dan pemikiran yang baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun