Pelajaran pun berlangsung dengan baik,dan bel pun berbunyi tanda bahwa sudah waktunya untuk istiraht. Dan seola pun menghampiri alvaro namun terhenti karena alexa sudah membawa varo lebih dulu.
"aish,siapa sih wanita itu" ucap seola jengke. Dan seola pun pergi ke kantin sendiri
Setelah sampai disekolah seolapun melihat pemandangan yang menyakiti perasaan,dimana ia melihat varo yang digandeng mesra oleh alexa. Dan tanpa sengaja mata seola dan spiza pun bersitatap dalam beberapa detik. Terlihat gurat kebingungan dan banyak masalah yang terlihat di wajah alvaro.
"eihh,ada apa dengan raut mukanya itu, tapi mengapa aku ingin menangis saat melihatnya digandeng oleh wanita lain" ujarnya sedih
Tanpa disadari air matanya menetes begitu saja,ia pun berlari ke kelasnya kembali karena ia tidak mau orang lain tahu bahwa dia sedang bersedih.
Setelah sampai dikelas seolapun terduduk sambil menghapus air matanya yang terjun bebas.
"mengapa rasanya sesakit ini" ucapnya sesegukan, tanpa disadari varo yang baru saja datang kekelas melihat itu.
"mengapa kau menangis la?" Tanya varo khawatir
"apa aku tidak menangis ko,ini hanya kelilipan saja ko" seola berbohong
"jujur saja la tak papa." Desak varo
"kau sungguh ingin tau?"