"lepas gak?lepas gak!!!" ucap seola dengan amarah yang sudah siap meledak.
"hah?lepas" tanyanya sambil tertawa meremehkan.
"ok, lu bakal tau akibatnya." Tanpa aba-aba ia pun melepaskan tangan spiza yang menjambak rambutnya setelah terlepas tanpa babibu seola pun langsung menendang perut spiza dengan kerasnya sampai spiza terpental dan mengaduh kesakitan. Tak berlangsung lama datang lah kesiswaan dan ketua osis untuk melerai mereka.
"kalian berdua ikut saya!" ujar kesiswaan
Mereka pun berjalan mengikuti langkah bapa kesiswaan yang membawanya keruang konseling atau sering disebut BK. Dan langsung duduk di kursinya beserta di damping ketua osis yang berdiri di sampingnya.
"jadi apa permasalahan yang terjadi di antara kalian berdua?" tanyanya serius
"dia duluan bu yang mengejek saya" jawab spiza dengan muka yang dibuat-buat seolah dialah korbannya
"apaan bu,orang dia duluan yang mengatai saya" ucapnya tak mau kalah
"sudah-sudah kalian kok malah ribut lagi"ujar kesiswaan dengan kesabaran yang tinggal sedikit lagi. "kalian berdua saya hokum,bersihin semua toilet wanita yang ada disini".
"silahkan spiza untuk keluar duluan,karna saya masih ada urusan dengan nona seola" ucapnya dengan baik. Spiza pun berjalan keluar.
"ada apa lagi ya bu?" Tanya seola