"Aku manut saja," kata mbah Karji, "Aku cuma bisa memelihara."
"Arda juga bisa memelihara mbah," kata Arda.
Mbah Karji mengelus kepala cucunya, membayangkan alangkah bahagia memelihara kambing bersama cucu. Apalagi sekarang musim pandemi covid-19, cucunya lebih sering di rumah dan minta uang untuk beli pulsa.
*****
Mbah Karji memilih kambing kacang, yang jantan kira-kira 45 cm dna yang betina 35 cm. Telinganya tegak dan bulunya lurus pandek. Baik jantan atau pun betina mempunyai sepasang tanduk kecil.
Memang mbah Karji seorang pedagang kambing, tahun berganti tahun kambingnya memberikan keuntungan yang lumayan. Malahan yang sepasang ada yang dikawinkan dan mempunyai anak-anak kambing kembar 2. Arda senang sekali memelihara 2 anak kambing yang berhasil dilahirkan oleh induknya.
Karena di Jakarta sulit mencari rumput, mbah Karji dan Arda rajin bikin pakan fermentasi.Â
Campur jerami dan gedebog pisang dicincang, taruh dalam wadah
Campur jerami,ampas tahu dan bekatul, taruh dalam wadah lain.
Buat larutan air, gula, garam dan parutan nenas, dalam 10 liter air.Â
Siramkan larutan ke dalam wadah pakan, diamkan antara 15 menit sampai 1 hari.
Siap dberikan sebagai pakan.
Mbah Karji dan Arda rajin sekali memelihara kambing-kambingnya yang cepat gemuk dangan diberi pakan fermentasi.Â
Hingga suatu hari ada peristiwa yang sangat menyedihkan. Api menyambar dari rumah warga dekat pasar Kambing Tanah Abang. Arda segera mengangkat anak-anak kambing yang masih kecil. Mbah Karji juga berusaha menyelamatkan semua kambing-kambingnya.
Ada sekitar 15 mobil pemadam kebakaran berdatangan berusaha memadamkan api. Tak kurang dari 85 awak pemadam kebakaran bekerja keras. Semua kambing dan pemilik kios diungsikan ke SD tempat Arda sekolah.Â
Mbah Karji dan Arda selamat, tak ada korban jiwa. Semua kambing dan ternak lain juga selamat. Tetapi kios ludes. Mbah Karji dan keluarga sangat sedih. Mereka sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk perbaikan kios-kios yang terbakar hangus.