Megah, meriah dan indah. Itu biasanya yang dijumpai pada pesta pernikahan adat Minangkabau di Indonesia. Unsur kemewahan umumnya pun tak luput muncul untuk menyandingkan kedua mempelai. Â Pengantin perempuan mengenakan suntiang gadang perlambang warisan adat leluhur.
Pernikahan dengan adat Minangkabau merupakan salah satu tradisi yang menarik untuk diketahui dan disimak, selain adat-adat pernikahan dari berbagai provinsi Indonesia.
Sebelum akhirnya  sepasang anak manusia dengan getar cinta di hatinya bisa menjalani pesta pernikahan yang semarak dan melalui ijab kabul, banyak hal  yang perlu dilalui. Â
Terinspirasi kisah nyata berlikunya jalan untuk bersatu sebagai suami istri dalam pernikahan  dengan mengikuti tata cara adat minang, membuat film ini menarik dan memberikan kesan tersendiri.
Pemuda Perancis dan Gadis Minang
Malam itu, pertemuan di rumah gadang berlangsung tegang. Semua yang hadir di lantai beralas tikar terdiam saat Mak Uwo Naizar menyatakan dengan keras penolakannya atas keinginan Liam menikahi Laila.
Alexandre William, seorang lelaki asal Rouen, kota kecil di utara negara Perancis datang untuk melamar Laila, gadis Bukittingi, Sumatera Barat. Kedatangan laki-laki yang berbeda keyakinan dan berbeda negara itu tentu saja mengejutkan. Â
Curiga atas niat menikahi orang yang berbeda agama. Orang Minang memang dikenal memegang teguh dan menjunjung tinggi adat yang bersumberkan pada agama, yakni Islam. Norma-norma, martabat, dan asal-usul suatu keturunan juga menjadi hal yang masuk dalam perhitungan.
William atau Liam dianggap tak jelas asal-usulnya. Pemuda yang berasal dari desa kecil di wilayah Perancis ini dikenal Laila selama bertahun-tahun dari media sosial. Laila, perempuan cerdas berpendidikan S2 ini memiliki bisnis toko online. Â