Mohon tunggu...
Ria Fillasari
Ria Fillasari Mohon Tunggu... Guru - Guru

Menulis merupakan hal baru bagi saya. Mencoba artinya memasuki hal baru yang belum pernh dilakukan. Semoga saya bisa meniru teman teman untuk bisa menulis dan menjadikan hal ini sebagai hobi yang positif. Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pendidikan Khusus untuk Anak Berbakat

13 Desember 2023   13:10 Diperbarui: 13 Desember 2023   13:28 263
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
siswa kelas 5 SDN Sedatigede I (dokpri)

Sebagai seorang guru pasti kita akan menemukan siswa yang berbeda di dalam kelas, tentunya perbedaan dari segi intelektual dan tingkah laku. Berbeda yang seperti apa? Mari kita bahas bersama.

Membahas tentang karakteristik, tingkah laku dan tingkat intelektual yang dimiliki seorang anak, tentu banyak kita temukan perbedaan. Tingkat kecerdasan dapat dilihat melalui skor test IQ dan EQ. Menurut Kirk & Gallagher, 1979 anak yang memiliki skor IQ 130 atau 140 dinyatakan sebagai anak berbakat.

Untuk menentukan siswa berbakat, sekolah perlu mengadakan tes intelegensia di awal tahun pelajaran. Tes digunakan untuk menggelompokkan siswa berbakat dan mengetahui gaya belajar yang sesuai dengan kondisi siswa. Gaya belajar siswa berbakat tak jauh berbeda dengan siswa lain pada umumnya, gaya belajar visual, auditori dan kinestetik.

Perbedaan kemampuan di kelas menjadi faktor untuk menjaring siswa sesuai dengan kebutuhan belajar masing -masing siswa. Gaya belajar dalam siswa yang heterogen menjadi penyebab adanya tolak ukur dalam pencarian siswa berbakat.

Pemahaman yang  memadai mengenai anak berbakat akan mendukung keberhasilan layanan pendidikan. Pengertian anak berbakat adalah anak dengan kemampuan akademis dan non akademis di atas rata- rata manusia normal.

Anak berbakat mempunyai klasifikasi berdasarkan tingkat kecerdasan dalam berfikir. Tingkat IQ manusia normal antara 90 - 109, 110 - 119 diatas rata-rata, 120 - 129 Superior, 130 keatas sangat superior.

Anak berbakat adalah anak yang mempunyai kemampuan yang unggul dari anak rata-rata /normal, baik dalam kemampuan intelektual maupun nonintelektual sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan secara khusus ( Wardani, 2013). Anak berbakat adalah anak dengan kemampuan melebihi anak normal pada umumnya.

Anak berbakat sangat membutuhkan layanan pendidikan khusus, agar memiliki keterampilan yang menjadikan mereka mandiri dan kreatif. Dengan pemilihan layanan yang tepat mereka dapat mengembangkan kesenangan dalam belajar dan menciptakan prestasi dalam dirinya.

Anak berbakat pada umumnya mempunyai kesenangan yang sama dengan anak - anak lain pada umumnya. Mereka memiliki kelebihan di bidang tertentu yang tidak dimiliki anak lain.

Kelebihan anak berbakat yang terlihat di tes IQ adalah kemampuan numerik, kemampuan berbahasa, kemampuan mekanik dan kemampuan penalaran abstrak. Kemampuan tersebut dikatakan sebagai kemampuan differensial, kemampuan berbeda dari anak-anak normal pada umumnya.

Mengidentifikasi anak berbakat di sekolah kita bukan hal mudah, oleh karena itu banyak sekali anak disekolah kita yang tidak kita ketahui bakat mereka. Menurut Wardani, 2013 anak berbakat lebih banyak dari golongan ekonomi rendah.

Dari hal tersebut selain tes intelektual sekolah juga bisa melakukan penjaringan atau pengelompokkan siswa berdasarkan bakat minat. Pengelompokkan siswa bisa dilakukan di awal tahun ajaran baru dengan menggunakan character assesment diagnostik. Untuk mempermudah penyaringan.

Sekolah menjadi alternatif untuk penjaringan anak berbakat di sekitar kita. Sekolah selain untuk belajar, di sekolah juga bisa memfasilitasi anak berbakat agar terarah dan termotivasi untuk masa depan mereka.

Mencari anak berbakat memang tidak mudah tapi setidaknya sekolah bisa memfasilitasi untuk melakukan tindak lanjut dari bakat yang mereka punya. Dengan mengembangkan program yang membantu untuk menjaring siswa berbakat dalam bidangnya.

Program penjaringan anak berbakat bisa dengan program akselerasi, bimbingan konseling anak, home schooling, kelas khusus anak berbakat, penataan dan managerial untuk siswa berbakat. Pengembangan program anak berbakat dirasa mampu untuk menjaring anak berbakat di sekolah.

Anak berbakat mempunyai istilah cerdas istimewa dan Berbakat Istimewa, atau disingkat CIBI. Istilah seperti ini terdengar asing di telinga kita, hal tersebut karena banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya sosialisasi kepada orang tua dari sekolah dan praktisi pendidikan.

Model layanan menurut Wardani, 2013 adalah model layanan kognitif - afektif, model perkembangan moral, model perkembangan nilai dan layanan berbagai bidang khusus.

Layanan bidang khusus meliputi kepemimpinan, partisipasi, dtatus dan situasi. Layanan bimbingan konseling dirasa mampu dalam pengembangan layanan untuk anak berbakat untuk mengembangkan sosial emosional anak.

Fasilitas dan layanan sangat penting untuk anak berbakat, salah satu layanan bagi anak berbakat di sekolah adalah program Akselerasi. Program akselerasi dapat ditunjang dari kemampuan sekolah dalam penyelengaraan yang meliputi kesiapan, pelatihan dan sosialisasi.

Melansir https://asosiasicibinasional.wordpress.com Sekolah yang mengadakan program layanan akselerasi untuk peserta didik CIBI adalah sebagai berikut ; (1) melakukan sosialisasi, persiapan dan pelatihan (2) analisis SWOT (3) menyusun studi kelayakan yang mencakup komponen latar belakang, input peserta didik, kurikulum dan pengembangannya, model pembelajaran dan sistek penilaian dan ketersediaan fasilitas.

Untuk memaksimalkan meraih prestasi dan menjaring bibit unggul maka anak berbakar perlu 3 komponen yaitu lingkungan belajar yang aman dsn fleksibel, ketelitian nilai akademis dan pembekalan nilai sosial dan mengatur tingkat emosional.

Agar pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik untuk anak berbakat maka guru di sekolan bisa melakukan beberapa hal antara lain memberikan perhatiannya, belajar dan kerjasama dengan walimurid  memberikan penguatan, memberikan motivasi, kegiatan ekstrakulikuler dan sering memberikan latihan sesuai bidangnya.

Strategi pembelajaran pada anak berbakat harus disesuaikan dengan kebutuhan anak. Strategi yang tepat mendorong anak berbakat lebih berprestasi. Tidak hanya dalam pembelajaran siswa berbakat akan lebih percaya diri dalam menentukan pilihan sesuai kemampuan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan strategi pembelajaran siswa berbakat diantaranya kompleksitas dalam pemilihan materi ajar, siswa berbakat harus lebih tinggi dari anak normal pada umumnya. Dan yang kedua pengembangan tidak hanya di tingkat intelektual tetapi juga harus memperhatikan tingkat emosional.

Dalam strategi pembelajaran tentunya guru harus dapat menguasai dan mengembangkan soal - soal bermuatan

Higher Order Thinking Skills atah HOTS. Dengan seringnya berlatih soal - soal HOTS siswa berbakat akan terbantu dalam pembelajaran di kelas.

Strategi dalam pembelajaran untuk anak berbakat yang terbukti paling efektif adalah strategi eksplisit, mereka mengetahui yang akan dipelajari, mengapa harus dipelajai dan manfaat mempelajarinya. Jadi dengan startegi eksplisit maka anak berbakat akan mudah dalam merumuskan suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari - hari.

Anak berbakat termasuk dalam katagori anak berkebutuhan khusus atau disebut dengan Gifted Child. Mengapa demikian karena anak berbakat adalah anak yang mempunyai intelegensi tinggi menjadikan anak kesulitan dalam berinteraksi sosial, sehingga anak merasa asing dengan dirinya sendiri. Anak berbakat cenderung lebih introvet dengan dirinya.

Anak-anak berbakat dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus karena mereka berbeda dengan anak yang lain (Ade Sessiani, 2007). Hal inilah yang menjadi dasar untuk kita semua memberikan layanan khusus untuk anak berbakat yang menjadi bagian dari anak berkebutuhan khusus.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun