Disitu aku merasa sedih karena aku tidak mau pulang sebab teman-temanku tidak ada yang pulang kecuali aku, dan aku menangis didalam mobil karena aku merasa telah meninggalkan tanggung jawabku sebagai panitia, dan meninggalkan teman-temanku disana dipinggir jalan tanpa ada kepastian.
Di perjalanan pulang, aku terus menanyakan bagaimana kondisi disana kepada temanku hasna, dan meminta maaf karena aku telah meninggalkan mereka semua.Â
Setelah sampai dirumah, pagi harinya aku sekolah seperti biasa, tetapi hati aku masih sedih dan marah kepada mamah aku karena kejadian tadi malam.Â
Sesempainya aku dikelas, tiba-tiba air mataku pecah ketika melihat temanku ligar dan aku langsung memeluknya dan menangis. Ligar kebingungan kenapa aku seperti itu, hingga akhirnya aku menceritakan semua yang terjadi.Â
Aku menangis karena aku merasa aku telah meninggalkan tanggung jawabku dan meninggalkan teman-temanku disana yang paling penting meninggalkan sahabatku hasna disana yang membuatku tak tega melihat mereka, apa lagi melihat ketua pelaksana menangis karena hal ini.
Setelah aku selesai upacara, Â aku dikabarkan oleh hasna bahwa rombongan telah mendapatkan Bus yang baru untuk pulang, mereka semua sedang berada diperjalanan dan sampai ke tujuan dengan selamat pada pukul 10.00
Apa yang sudah terjadi membuat aku semakin menambah pengalaman. Dimana jika aku mengikuti Organisasi kembali atau bahkan di organisasi yang sama jika kita ingin membuat rencana atau sebuah acara, semoga saja pengalaman yang aku dapatkan bisa menjadi pelajaran dimasa depan agar semuanya tidak terulang kembali.Â
Dan pengalaman tersebut  membuat aku semakin lebih bisa bertanggung jawab kepada apa yang seharusnya jadi tanggung jawabku.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H