Dr. H. Muhammad Aqil Irham., Kepala Badan Penyelenggara Jaminan  Produk Halal menekankan hal ini bahwa Ramadhan merupakan momentum yang baik untuk  memulai gaya hidup sehat dan halal.
Halal berasal dari bahasa Arab yang memiliki pengertian disahkan, diizinkan, dan di bolehkan. Selain halal, pangan juga harus memiliki pengaruh yang baik untuk kesehatan (Thayyib).
Bapak M.Aqail menekankan bahwa umat muslim harus memperhatikan asupan gizi harian  dan juga harus peduli akan keamanan maupun kehalalan produk yang kita konsumsi.Â
Lifestyle yang umat muslim terapkan dalam hidup, juga wajib menerapkan prinsip halal tanpa meninggalkan perkembangan kehidupan saat ini. Diharapkan pada praktiknya konsumsi makanan halal dapat memberikan  manfaat besar bagi kualitas hidup.Â
Setiap manusia satu dengan lainnya saat memenuhi kebutuhan dan asupan gizi tentu berbeda beda, hal ini disampaikan oleh Dr. dr. Ray  Wagiu Basrowi, MKK., Medical Science Director Danone Indonesia.Â
Masyarakat dianjurkan oleh dr.Ray saat memenuhi hidrasi dan makanan bergizi untuk memperhatikan berbagai faktor baik dari jenis kelamin, tinggi badan, usia, aktifitas fisik, kondisi kesehatan dan faktor-faktor lainnya.
Ada yang terungkap menyangkut pengetahuan dari sisi medis dari keteranagan dr.Ray, bahwa akan terjadi perubahan pola makan pada saat berpuasa di Bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang dapat mendorong tubuh melakukan penyesuaian.
Nah, untuk itu para orang tua perlu memperhatikan kebutuhan gizi setiap anaknya dengan memberikan komposisi nutrisi yang seimbang dan sehat.
Hal tersebut bisa dimulai dengan konsumsi protein hewani dan karbohidrat, serat dan mineral, dan mencukupi asupan vitamin. Yang jangan dilupakan juga melakukan aktivitas fisik yang ringan untuk menjaga tubuh tetap fit.