"Begini Mbak, Besok ada kajian mental healt. Kebetulan pematerinya Mbak Jihan. Dia lulusan S2 Pskilogi dari Amerika. Dia juga, adalah seorang pengusaha kue yang sukses. Kira-kira Mbak, mau ikur gak yah?" Tanyanya.Â
"Jihan?"
"Iya Mbak."
Aku terdiam sejenak, kupandang suamiku. Â Mencoba mengirim sinyal, agar dia membantuku menjawab kepada Mia. Tapi, suamiku tampak tak paham.Â
"Halo Mbak?"
"Oh iya Mi. Gini, nanti aku kabari lagi yah. Aku tanya saumi dulu" ucapku.Â
"Oh iya baik Mbak"
Aku pun menutup telponnya. Â
"Jihan, jadi pemateti di kajian kami" kataku dengan wajahku cemberut.Â
"Terus, kenapa cemberut gitu?" Tanya suamiku.Â
"Berarti dia  lebih pintar dong! Aku insecure Yah." Kataku merengek.Â