Betapa beratnya, kita  harus melawan diri kita sendiri. Hal ini membuat para sahabat yang  mendengarnya terdiam. Ya, melawan hawa nafsu berarti melawan keinginan  untuk hidup enak, melawan keinginan untuk bermewah-mewah duniawi,  melawan keinginan untuk menjadi egois, tidak ikhlas, sombong, riya, dan  hal lain yang bisa menghambat laju kita mendekatkan diri pada Allah SWT.
Â
Jadi, untuk melaksanakan Islam secara  kaffah, semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Niat ibadah, jangan  sampai menjadi niat riya, niat memanjangkan jenggot adalah karena ingin  mengikuti sunnah, jangan sampai karena ingin terlihat orang lain ingin  mengikuti sunnah. Niat untuk bershodaqoh jangan sampai menjadi niat  untuk takabbur. Selanjutnya, sebelum mengkritik orang lain atas  akhlaqnya, kritik dahulu diri sendiri, apakah akhlaq kita sudah baik?  Sebelum dakwah ke orang lain secara bil lisan, dakwahlah dahulu secara bil hal,  tunjukkan bahwa kita sudah berakhlaq baik, apakah itu terhadap  keluarga, sesama muslim lain, sesama manusia, dan sesama makhluq Allah  SWT. Lakukan perubahan pada diri sendiri dahulu, baru berusaha untuk  melakukan perubahan pada orang lain. Bagaimana caranya? Perangilah hawa  nafsu, sehingga bukan kita yang dikendalikan hawa nafsu, tapi hawa nafsu  yang kita kendalikan.
Mudah-mudahan kita diberikan kemudahan oleh Allah SWT untuk dapat menerapkan hal di atas dalam kehidupan kita. Aamiin.
Ini pertama kalinya saya mencoba menulis di Kompasiana.
Tulisan ini dimuat di blog pribadi saya:
https://rahmattz.wordpress.com
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H