Mohon tunggu...
Tiyan Purwanti
Tiyan Purwanti Mohon Tunggu... Guru -

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Sunset di Balik Berlin (Bagian 1)

27 Maret 2016   19:54 Diperbarui: 27 Maret 2016   20:04 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kalimatnya terputus. bisa kulihat air menggenangi mata seorang gadis yang sejujurnya sudah kutaksir sejak SMA kelas dua. 

"Dan kini Tuhan menghukumku. Merasakan cinta lalu mematahkannya persis yang kulakukan seperti pada pria-pria yang datang memintaku"

"Tidak, Mi, berpikirlah positif.." sepositifnya aku yang selalu yakin kamu akhirnya bersandar padaku. 

Ia mengusap mata. Hatiku ikut merasa. Marah pada pria yang menggantungkan cinta pada gadis yang ku..

"Terimakasih, Lan" katanya lirih. Kini matanya menatap matahari yang dalam hitungan menit  akan tenggelam dalam lautan.

Kini kutatap jelas wajahnya. Emi yang kukasihi sekaligus kukasihani. Gadis ini mau sampai kapan merasa tak perlu tahu aku menyukainya. Sampai kapan. 

 

 

Bersambung

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun