Mohon tunggu...
Purwani Febriyanti
Purwani Febriyanti Mohon Tunggu... Guru - educator enthusiast

Halo, Saya Febri, saat ini saya berprofesi sebagai pengajar di salah satu sekolah di Jakarta. Saya memiliki minat dalam bidang pendidikan dan permasalahannya. Melalui tulisan saya di Kompasiana, saya berharap dapat berkontribusi dalam memberikan sudut pandang yang berbeda dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berbagai isu pendidikan yang ada.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Generasi Alpha dan Pendidikan Era Society 5.0

20 Mei 2024   21:09 Diperbarui: 24 Mei 2024   02:59 995
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Memberikan kesempatan anak untuk berkolaborasi dan menghasilkan produk | Dok Pribadi

Akrabnya Generasi Alpha dengan gawai dan internetnya tentu memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan kita. Dimulai dari perubahan cara belajar, cara mereka menerima suatu informasi dan cara mereka bersosialisasi. 

Dengan adanya teknologi, ruang dan waktu seakan tidak lagi menjadi batasan. Sering kita lihat hari ini, anak-anak dapat terhubung dengan teman-temannya tanpa harus bertatap muka. Aneka permainan digital ataupun aplikasi gim, berbagai video edukatif dan lainnya sangat mudah diakses oleh mereka.

Kemudahan akses informasi dan wawasan membuat Generasi Alpha merupakan generasi yang cerdas dibandingkan generasi sebelumnya. 

Menurut penelitian Generasi Alpha memiliki ciri keinginan yang kuat untuk mempelajari hal-hal terkait minatnya, keterbukaan terhadap proses inquiry, berpikir dan bernalar logis, bahkan antuasiasme untuk mencari sumber pengetahuan lain yang tidak diajarkan oleh guru. 

Menurut Yurtseven dan Karadeniz (2020) Generasi Alpha memiliki kemampuan dalam pemikiran strategis, meliputi memilih, mengklasifikasikan dan mengolah informasi dengan tepat. Selain itu mereka juga memiliki jiwa kreatif tinggi dan karya orisinal.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Tahun 2022 Indonesia akan mencapai angka 79,1 juta jiwa penduduk di rentang usia 0-17 tahun. Generasi pada usia ini akan tersebar pada jenjang pendidikan TK hingga SMA.

Tentunya hal ini menjadi moment yang tepat bagi Pendidik untuk dapat mewujudkan generasi emas Indonesia melalui pendidikan terbaik dengan mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh Generasi Alpha. Jenjang pendidikan dasar merupakan waktu yang tepat bagi pembentukan dan pengembangan potensi diri anak.

Mengoptimalkan Proses Pembelajaran Generasi Alpha

Tantangan-tantangan pendidikan Gen Alpha ini juga merupakan tantangan abad ke-21, di mana kita berada dalam era disrupsi di mana segala sesuatu berubah dengan cepat dan tidak terduga. 

Kemajuan teknologi yang mereka dapatkan bisa saja berdampak buruk, bila tidak mendapatkan bimbingan yang tepat. Akses informasi yang mudah juga membuka peluang terhadap hal-hal yang tidak baik. 

Namun, bukan berarti mengurung mereka dari teknologi menjadi jalan keluar. Guru-guru pun dihadapkan pada tugas yang semakin berat untuk dapat memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para siswa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun