Mohon tunggu...
PPK OrmawaIMM
PPK OrmawaIMM Mohon Tunggu... Mahasiswa - PPK ORMAWA IMM FAI UMY

Akun Resmi PPKO IMM FAI UMY

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Mengoptimalkan Potensi Desa Argomulyo dengan Pelatihan Pengelolahan Desa Wisata yang Berdaya Saing

30 Agustus 2024   02:20 Diperbarui: 30 Agustus 2024   02:20 163
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pelatihan hari pertama

Selasa, 27 Agustus 2024, Balai Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu menjadi tuan rumah kegiatan Pelatihan Penguatan Kelembagaan bagi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan Desa Wisata Kalurahan Argomulyo. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkuat kelembagaan dan pengelolaan desa wisata yang berpotensi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dengan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk pengurus Pokdarwis, perangkat desa, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, serta perwakilan dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam terkait tahapan pembentukan desa wisata, strategi pemasaran, pengelolaan administrasi, hingga optimalisasi potensi wisata di Kalurahan Argomulyo.

            Peserta diberikan wawasan mengenai langkah-langkah dalam membentuk desa wisata yang berdaya saing, mulai dari pemetaan potensi lokal, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), hingga perencanaan dan pengembangan produk wisata. Materi ini menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan.

Disampaikan oleh para ahli pemasaran, sesi ini fokus pada strategi pemasaran yang efektif untuk mempromosikan desa wisata, baik melalui platform digital maupun konvensional. Peserta juga diberikan panduan tentang pengelolaan administrasi yang efisien, termasuk pencatatan keuangan, manajemen sumber daya manusia, dan pelaporan yang transparan.

            Materi yang dipaparkan oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menyoroti pentingnya meningkatkan standar dan kebutuhan industri pariwisata saat ini. Salah satu aspek krusial yang dibahas adalah menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas. Pengalaman wisata yang berkualitas bukan hanya tentang menawarkan pemandangan yang indah atau akomodasi mewah, tetapi juga tentang bagaimana wisatawan merasa aman, nyaman, dan dihargai sepanjang perjalanan mereka. Untuk mencapai ini, pelaku industri perlu lebih peka terhadap kebutuhan dan preferensi wisatawan, memberikan layanan yang personal dan inovatif, serta memastikan bahwa seluruh komponen perjalanan, mulai dari transportasi, makanan, hingga aktivitas wisata, menciptakan kenangan yang berkesan bagi para pengunjung.

Selain itu, menjaga kebersihan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam menghadapi tuntutan pariwisata terkini. Pandemi COVID-19 telah mengubah persepsi wisatawan terhadap pentingnya protokol kesehatan, sehingga memastikan kebersihan fasilitas umum, tempat wisata, dan transportasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan wisatawan. Keamanan juga meliputi kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam atau insiden tak terduga lainnya, yang menjadi perhatian bagi destinasi wisata di berbagai wilayah. Dengan menerapkan standar kebersihan dan keamanan yang ketat, pelaku industri pariwisata dapat memberikan jaminan bagi wisatawan bahwa destinasi yang mereka kunjungi aman dan siap menyambut mereka dengan hangat.

PPKO IMM FAI UMY
PPKO IMM FAI UMY

Masyarakat yang membangun jejaring dengan pelaku industri pariwisata lainnya menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi industri pariwisata Indonesia di kancah global. Kolaborasi antara pelaku industri seperti hotel, agen perjalanan, restoran, dan penyedia transportasi dapat menciptakan sinergi yang menghasilkan paket wisata yang menarik dan kompetitif. Selain itu, kerjasama dengan pemerintah, komunitas lokal, dan organisasi internasional juga penting untuk mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan jaringan yang kuat, industri pariwisata Indonesia dapat lebih responsif terhadap perubahan tren global dan lebih cepat pulih dari tantangan yang ada, serta menjadikannya sebagai tujuan utama bagi wisatawan domestik dan internasional.

            Para peserta diajarkan mengenai tata kelola homestay yang baik, termasuk standar layanan, pengelolaan reservasi, pengaturan harga, dan peningkatan kualitas fasilitas. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan kenyamanan homestay di Kalurahan Argomulyo sebagai akomodasi yang dapat diandalkan oleh wisatawan.

            Materi ini membahas tentang cara memaksimalkan potensi wisata yang ada di Kalurahan Argomulyo agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan mengoptimalkan berbagai potensi wisata alam, budaya, dan kuliner, diharapkan pendapatan masyarakat dapat meningkat dan keberlanjutan pariwisata dapat terjaga.

Melalui pelatihan ini, diharapkan Pokdarwis dan pengelola desa wisata di Kalurahan Argomulyo dapat mengembangkan kemampuan manajerial dan meningkatkan daya saing, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. semangat dan gotong royong serta inovasi warganya, Kalurahan Argomulyo siap menjadi destinasi wisata unggulan yang mengedepankan kearifan lokal dan keberlanjutan.

Pelatihan Hari ke-dua

Desa wisata telah menjadi salah satu daya tarik utama dalam industri pariwisata di Indonesia. Dengan kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang unik, desa wisata menawarkan pengalaman yang autentik bagi wisatawan, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Namun, untuk mencapai potensi maksimalnya, desa wisata harus memiliki strategi yang tepat dalam menyusun dan memasarkan paket wisata. Dengan memanfaatkan konsep Pentahelix dan penerapan pelayanan prima, desa wisata dapat meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak wisatawan.

Penyusunan paket wisata merupakan langkah krusial dalam mengembangkan daya tarik desa wisata. Paket wisata yang menarik tidak hanya menawarkan kunjungan ke berbagai tempat, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyeluruh dan berkesan. Proses penyusunan ini melibatkan identifikasi dan pengemasan berbagai potensi wisata, seperti atraksi alam, kegiatan budaya, kuliner lokal, dan kerajinan tangan yang dapat dinikmati oleh wisatawan.

Praktisi dari berbagai desa wisata menekankan pentingnya menyesuaikan paket wisata dengan karakteristik dan kebutuhan pasar. Misalnya, untuk wisatawan milenial yang menginginkan pengalaman unik dan berfoto ria, paket wisata bisa mencakup trekking ke lokasi-lokasi fotogenik, workshop kerajinan tangan, atau menikmati makanan tradisional di rumah warga. Sementara untuk keluarga, paket wisata dapat difokuskan pada kegiatan edukasi, seperti mengenal proses pembuatan batik atau bercocok tanam. Dengan menyusun paket wisata yang bervariasi, desa wisata dapat memperluas segmen pasar dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Dalam praktek pembuatan paket wisata, desa wisata perlu menerapkan konsep Pentahelix, yaitu kolaborasi antara lima elemen penting: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Konsep ini menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara berbagai pihak untuk mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.

  1. Pemerintah: Berperan dalam memberikan regulasi, dukungan infrastruktur, dan promosi kebijakan yang ramah pariwisata.
  2. Akademisi: Memberikan kajian ilmiah, riset pasar, dan pelatihan bagi masyarakat tentang praktik-praktik pariwisata yang berkelanjutan.
  3. Pelaku Usaha: Meliputi pengusaha lokal yang menyediakan akomodasi, transportasi, kuliner, dan suvenir, serta bekerja sama dengan desa wisata untuk menciptakan paket wisata yang menarik.
  4. Komunitas: Masyarakat lokal sebagai aktor utama yang menjalankan dan mengelola kegiatan wisata sehari-hari.
  5. Media: Memainkan peran penting dalam mempromosikan paket wisata dan meningkatkan visibilitas desa wisata kepada khalayak luas.

Pelayanan prima adalah elemen kunci yang tidak boleh diabaikan dalam pengelolaan desa wisata. Materi dari AERI Yogyakarta menekankan bahwa pelayanan yang baik mencakup keramahan, kecepatan, ketepatan, dan empati dalam melayani wisatawan. Dalam konteks desa wisata, pelayanan prima berarti memastikan setiap wisatawan merasa dihargai dan dilayani dengan baik sejak tiba hingga mereka meninggalkan desa. Pelayanan prima mencakup semua aspek interaksi, mulai dari menyambut wisatawan dengan senyum ramah, memberikan informasi yang akurat tentang kegiatan wisata, hingga memastikan kebersihan dan kenyamanan homestay. Kualitas pelayanan ini akan membangun citra positif desa wisata di mata wisatawan, sehingga meningkatkan kemungkinan kunjungan ulang dan rekomendasi dari mulut ke mulut.

Mengelola desa wisata bukanlah tugas yang mudah; diperlukan manajemen yang baik dan inovasi untuk mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul. Salah satu tantangan utama adalah memastikan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam pengembangan desa wisata. Ini mencakup pelibatan warga dalam kegiatan pariwisata, pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

PPKO IMM FAI UMY
PPKO IMM FAI UMY

Desa wisata juga perlu beradaptasi dengan perubahan tren pariwisata global, seperti meningkatnya permintaan untuk wisata berkelanjutan dan berbasis pengalaman. Misalnya, desa wisata dapat mengembangkan paket wisata berbasis ekowisata, yang mengedepankan konservasi lingkungan, atau wisata edukasi yang menawarkan pembelajaran interaktif tentang budaya lokal.

Adanya penyususnan paket wisata yang menarik, menerapkan konsep Pentahelix, dan menyediakan pelayanan prima, desa wisata dapat meningkatkan daya saing dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media sangat penting untuk mewujudkan desa wisata yang unggul dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

PPKO IMM FAI UMY
PPKO IMM FAI UMY

Pada hari ke tiga dengan agenda acara yaitu Studi Banding di Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta, dalam kesempatan studi banding ini, pihak terkait mengikuti sharing session mengenai pembentukan Desa Wisata serta Sejarah Desa Wisata Nglanggeran. Desa wisata Nglanggeran merupakan Desa Wisata percontohan karena awal berdiri serta sejarahnya yang menginspirasi yaitu dengan membentuk kesepakatan dengan Pokdarwis serta komitmen yang kuat pada masyarakatnya.

Melalui inovasi, kreativitas, dan kerja sama yang erat, desa wisata seperti Argomulyo dapat menjadi contoh sukses dalam pembangunan pariwisata berbasis masyarakat, yang tidak hanya mempromosikan keindahan alam dan budaya lokal tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun