Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Putih dan Hitam

28 Maret 2021   20:00 Diperbarui: 28 Maret 2021   20:17 958
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi gambar dari freepik.com

"Oh, tidak. Biasanya saudariku suka muncul tiba-tiba. Tapi ah, sudahlah. Pemandangan matahari tenggelam itu terlalu sayang untuk dilewatkan."

Bayu tersenyum. "Setuju," sahutnya.

Mereka duduk di balik tembok yang lebih rendah dibanding tembok pembatas benteng di sekitarnya. Sepertinya dulu tempat itu digunakan untuk dudukan moncong meriam.

Dari situ terlihat jelas matahari yang berwarna jingga sudah setengahnya tenggelam di balik laut. Langit sedang bersih. Tidak ada awan-awan yang menghalangi pemandangan menawan itu.

"Indah sekali, ya," ucap Putih lirih. Tanpa sadar dia memegang pergelangan tangan Bayu.

"Benar. Kalau mau, kamu boleh mendatangi tempat ini setiap senja," sahut Bayu ketar-ketir. Dia bingung mau melepas atau membiarkan tangan Putih.

"Benarkah?" tanya Putih.

Keduanya bertatapan. Saat itulah Putih menyadari sedang memegang tangan Bayu. Dia pun buru-buru menarik kembali tangannya.

"Maaf, maaf,"

"Ti-tidak apa-apa, kok."

Saat saling menatap, Bayu menyadari ada sesuatu yang lain dari tatapan mata Putih. Putih jadinya salah tingkah dipandangi seperti itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun